Hargo.co.id GORONTALO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi berkoalisi. Itu ditandai penandatanganan kesepakatan koalisi pimpinan DPD PDIP dan DPW PPP ProvinsiG orontalo, Senin (30/5) di salah satu rumah makan di Telaga,Kabupaten Gorontalo.
Dari kubu PDIP penandatangan dilakukan oleh Ketua DPD PDIP Gorontalo Kris Wartabone didampingi Sekretaris PDIP La Odeh Haimuddin. Sementara dari kubu PPP oleh Ketua DPW PPP Muhallim Litty dan Sekretaris Awaludin Pauweni.
Menariknya, meski memiliki komposisi kursi lebih banyak, pada kesepakatan terebut PDIP mendapat jatah untuk posisi sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Sebagaimana diketahui, dalam struktur keanggotaan legislatif Deprov Gorontalo, PDIP memiliki 6 kursi. Sementara PPP memiliki 4 kursi. Koalisi keduanya menjadikan total 10 kursi. Memenuhi syarat minimal dukungan gabungan partai yaitu 9 kursi.
Lazimnya, parpol pemilik kursi terbanyak menduduki posisi papan satu alias calon gubernur/bupati. Namun dalam kesepakatan antara PDIP dan PPP justru terbalik. PPP yang memiliki kursi lebih sedikit dibandingkan PDIP mendapat jatah sebagai Calon Gubernur (Cagub). Dengan kondisi itu semakin menguatkan sinyal bila PDIP pada Pilgub mendatang hanya akan mengusung kader.
Ketua DPD PDIP Gorontalo, Kris Wartabone, meyakini koalisi ini akan menjadi kekuatan besar di Pilgub. Karena dua partai yang memiliki basis masa tradisional dan militan telah menyatu. “Koalisi ini menyatukan kekuatan dua partai yang sudah punya pengalaman panjang dalam perpolitikan di Indonesia,†ujarnya.
