Saturday, 18 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pelajar SMP dan Pacarnya Batal Menikah gara-gara Camat

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Wednesday, 18 April 2018 | 08:38 AM Tags:
  

Hargo.co.i – Dua remaja di Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang ingin menikah meski masih berusia belia batal menggelar pernikahan pada pekan ini. Rencananya, mereka menikah pada Senin (16/4/2018).

Pasangan SY (15) dan FA (14) yang sebelumnya telah mengikuti bimbingan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng pada 12 April lalu belum memenuhi syarat izin dari Kantor Camat Bantaeng.

“Belum bisa menikah hari ini katanya karena belum ada dispensasi dari Pak Camat Bantaeng,” ujar SY, Senin.

Pada hari itu, SY dan FA sudah sempat datang ke KUA Kecamatan Bantaeng di Jl Delima, Bantaeng, dengan pakaian rapi.

SY didampingi oleh ibundanya dan FA didampingi oleh bibinya. Namun pernikahan yang sedianya dijadwalkan pada siang hari ini akhirnya batal.

Pernikahan baru bisa dilakukan setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Camat Bantaeng.

KUA Kecamatan Bantaeng pun menjadwalkan kembali pernikahan keduanya pada Senin (23/4/2018).

“Rencananya kami akan menikahkan keduanya pekan depan. Ini sisa menunggu dispensasi dari Camat,” kata Penghulu Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng, Syarief Hidayat, Selasa (17/4/2018).

Menurut Syarief, pada tanggal itu pernikahan keduanya tetap bisa digelar meskipun tidak ada dispensasi dari camat karena sudah melewati tenggat waktu selama 10 hari setelah didaftarkannya pernikahan di KUA.

“Merujuk pada PMA No 11 Tahun 2017, keduanya sudah bisa dinikahkan setelah melewati 10 hari setelah mendaftarkan pernikahannya di KUA,” tuturnya.

SY dikenal sebagai pelajar putus sekolah. Dia hanya mengenyam pendidikan hingga kelas IV SD, sedangkan pacarnya, FA , merupakan pelajar yang masih duduk di bangku kelas II SMPN 2 Bantaeng.

Bibi FA, Nurlina, mengungkapkan bahwa keponakannya itu terbilang siswa berprestasi. Saat SD, dia kerap menjadi juara kelas.

“Saat masih SD dia tinggal di rumahku, lumayan berprestasi saat itu karena selalu dapat rangking satu. Tapi setelah ibu FA meninggal, dia pindah ke rumah nenek yang merupakan ibu dari ayahnya,” ungkap Nurlina. (hargo)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar