Selasa, 19 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pembangunan Tanggul di Kampung Bugis Terkendala Warga Yang Enggan Direlokasi

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Selasa, 21 September 2021 | 12:05 PM Tag: , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Kepala BWS Sulawesi II dan Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo saat meninjau proses pekerjaan tanggul sungai Bone di Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo, Senin (20/09/2021). (Foto: Zulkifli Polimengo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan bahwa penanganan banjir di Kota Gorontalo sangat disayangkan karena terkendala warga bantaran sungai Bone di Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo yang enggan direlokasi.

Menurut orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu, relokasi ini dianggap sangat penting karena sebagian rumah warga sudah berada tepat di bibir tanggul sungai yang roboh.

“Tender pelaksanakan sudah ada tapi terhambat dengan rumah rumah masyarakat di seputaran sungai ini. Kita masukin material alat berat agak susah, nah gimana ini. Warga minta kita untuk memperbaiki sungai, datang anggaran mereka bertahan di situ,” kata Rusli Habibie saat meninjau lokasi pekerjaan, Senin (20/09/2021).

Tanggul sungai Bone di Kelurahan Bugis menjadi satu dari enam pekerjaan penanganan banjir di Gorontalo, sementara di lokasi tersebut akan dibangun kembali tanggul sepanjang 400 meter dengan tinggi 3 meter.

Selain itu Gubernur juga menyayangkan sikap warga yang acuh terhadap kebersihan lingkungan. Di bantaran sungai sudah dipenuhi sampah. Dinding tanggul yang terus digerus air juga semakin dekat ke rumah warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Ini yang saya takutkan, anggaran besar ini tidak akan terserap dan malah akan kembali ke Jakarta. Sangat merugikan daerah dan pemerintah pusat akan menyalahkan kita, nanti katanya pak gubernur gimana minta-minta anggaran sudah diberikan ternyata di sana belum siap,” tutur Rusli Habibie.

Sebagai solusinya, Gubernur Gorontalo berencana mengundang warga di sekitar lokasi berdiskusi pada Selasa besok. Diskusi yang akan dihadiri oleh unsur pemerintah kota dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II itu diharapkan memberikan angin segar kelanjutan pembuatan tanggul.

Rusli Habibie berharap, warga yang terkena dampak pekerjaan tanggul mau untuk direlokasi, terutama bagi warga yang rumahnya sudah berada tepat di bibir sungai.

Penanggulan banjir butuh peran dan dukungan warga sekitar, karena bagaimanapun proyek tersebut pada akhirnya akan dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar warga Kota Gorontalo yang tiap tahun terancam oleh banjir.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar