Pemkab Gorontalo Optimis Jadikan Limboto Sebagai Pusat Pendidikan

×

Pemkab Gorontalo Optimis Jadikan Limboto Sebagai Pusat Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo (kiri) saat menerima proposal pembangunan Masjid di Kampus dua IAIN Sultan Amay Gorontalo, di Limboto, Senin (11/10/2021). (Foto: Istimewa)
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo (kiri) saat menerima proposal pembangunan Masjid di Kampus dua IAIN Sultan Amay Gorontalo, di Limboto, Senin (11/10/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo sangat optimis untuk menetapkan Limboto sebagai pusat pendidikan. Hal ini dinilai sangat strategis karena didukung dengan fasilitas jalan lingkar yang saat ini proyeknya sedang berjalan.

 Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Diantaranya dengan memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan kampus yang ada di daerah itu.

 Salah satu upaya tersebut, kata dia, adalah dengan memberikan dukungan anggaran ke beberapa kampus yang ada di Kabupaten Gorontalo. Saat ini, dirinya telah menerima proposal pembangunan masjid di Kampus 2 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amay Gorontalo.

“Hal ini tentu akan mendorong IAIN Gorontalo menjadi perguruan tinggi yang memiliki kualitas, serta dilengkapi dengan fasilitas yang menunjang,” kata Nelson Pomalingo usai peletakan batu pertama pembangunan Masjid di kawasan kampus IAIN Gorontalo, Senin (11/10/2021). 

 Terkait pembangunan masjid tersebut, Nelson Pomalingo juga menyampaikan apresiasinya. Dirinya berharap pembangunan masjid yang ada di wilayah kampus bisa bermanfaat dalam meningkatkan peradaban masyarakat di Limboto yang dijuluki Serambi Madinah.

 “Saya selaku bupati maupun Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo bangga dengan bakal hadirnya dengan dibangunnya kampus ini tentu akan menambah icon di kota Serambi Madinah,” kata Nelson Pomalingo

 Pembangunan sarana ibadah di Kampus dua IAIN Gorontalo yang berada di kelurahan Pone, Kecamatan Limboto tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu tiga tahun dengan rencana anggaran sekitar Rp 3,7 miliar. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis