Pemprov Gorontalo akan Renovasi Anjungan Gorontalo di Kawasan TMII

×

Pemprov Gorontalo akan Renovasi Anjungan Gorontalo di Kawasan TMII

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer didampingi Sekda, Darda Daraba dan beberapa tokoh adat dan masyarakat saat meninjau Anjungan Provinsi Gorontalo yang terletak kawasan TMII, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). (Foto: istimewa)
Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer didampingi Sekda, Darda Daraba dan beberapa tokoh adat dan masyarakat saat meninjau Anjungan Provinsi Gorontalo yang terletak kawasan TMII, Jakarta, Sabtu (18/6/2022). (Foto: istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengucurkan sejumlah anggaran untuk perbaikan anjungan Gorontalo yang ada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan Presidensi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Oktober 2022. 

Pejabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer mengatakan, perbaikan tersebut sangat tepat dilakukan sekarang ini mengingat saat ini juga tengah dilakukan perbaikan di TMII. Pihaknya akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp. 200 Juta untuk memperbaiki anjungan tersebut. 

“Kita melihat fasilitas yang ada di sini ‘kan sudah lama, nah mumpung ada momen dalam rangka G20 yang juga akan dilaksanakan di sini, maka anjungan akan kita renovasi. Kita bantu dengan anggaran sebesar Rp 200 juta,” kata Hamka Hendra Noer saat mengunjungi TMII, Jakarta, Sabtu (19/6/2022).

Dirinya menjelaskan, perbaikan tersebut akan merenovasi beberapa bagian anjungan, yaitu akan memperluas bagian belakang anjungan dan membuat aula di bagian belakang. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan mengingat anjungan tersebut mencerminkan seni dan budaya Gorontalo. 

Selain itu, Perbaikan anjungan tersebut juga akan berguna bagi masyarakat Gorontalo yang berada di Jakarta. Nantinya, kata Hamka Hendra Noer, Aula tersebut bisa digunakan oleh masyarakat dan mahasiswa asal Gorontalo untuk berdiskusi serta digunakan untuk rapat atau pertemuan lainnya. 

“Sehingga bukan saja untuk memamerkan seni dan budaya, tapi juga bisa digunakan oleh masyarakat Gorontalo yang punya minat di kesenian, bisa berdiskusi atau membutuhkan fasilitas umum untuk rapat dan segala macam, jadi aula ini bisa difungsikan. Jadi bukan hanya sekedar pajangan harus ada aktivitasnya karena ini kan aset pemprov,” Katanya menerangkan. 

Untuk diketahui, Anjungan Gorontalo sendiri menampilkan bangunan berarsitektur rumah adat Ma’lihe, berarti mahligai yang dianggap mewakili rumah adat Gorontalo. Ruangan bagian depan rumah terdapat pelaminan (puade). Selain itu, terdapat dua pasang pakaian pengantin Gorontalo, yang digunakan saat pernikahan.

Di halaman anjungan sendiri dilengkapi dengan sepasang patung penari Saronde. Di dalam rumah terdapat kamar yang diisi dengan tempat tidur pengantin dan berbagai benda budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Gorontalo. (***) 

 

Penulis : Sucipto Mokodompis