Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hari Film Nasional, Pengabdi Setan 1980 Buka Gelaran Vintage Film Festival

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Rabu, 28 Maret 2018 | 12:20 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – GO-TIX, FLIK Berkolaborasi dengan CGV Cinemas Indonesia, merayakan Hari Film Nasional dengan Vintage Film Festival (VFF). Festival tersebut nantinya akan menampilkan sejumlah film lawas Indonesia yang telah direstorasi ulang dalam bentuk HD (High Definition).

“Upaya untuk restorasi film lawas Indonesia ini sangat kritikal untuk menyelamatkan film-film dari kerusakan. Oleh karena itu, kami mendaftarkan berbagai film yang kualitasnya dapat kami pulihkan kembali agar dapat dinikmati oleh seluruh pecinta film,”, ujar CEO FLIK, Manoj Samtani, di Gala Premiere VFF di CGV Grand Indonesia, Selasa (27/3) malam.

Sebagai permulaan, film pertama yang telah direstorasi dan ditayangkan adalah film Pengabdi Setan garapan Rapi Film (1980), arahan sutradara Sisworo Gautama Putra. Film tersebut merupakan inspirasi munculnya film Pengabdi Setan tahun 2017 yang sukses di berbagai negara.

Film Pengabdi Setan 1980 Best Scene Horror (YouTube/Sinema Nusantara)

“Restorasi lumayan memakan waktu cukup lama. Lalu, kita bertemu dengan GO TIX dan CGV yang mau bekerja sama, dan Pengabdi Setan remake baru dapat respons yang baik ya, jadi kami mulai vintage film dari judul ini,” jelasnya.

Sunil Samtani dari Rapi Film mengaku awalnya sangat terkejut saat film Pengabdi Setan (1980) dipilih sebagai film pertama gelaran VFF ini.

“Saya agak kaget waktu diberitahu rencana Pengabdi Setan original version akan tayang di CGV. Saya bangga sekali karena saya juga belum lihat film itu selain di DVD,” kata Sunil.

Sunil pun mengaku senang karena film yang sukses di-remake Joko Anwar pada 2017 lalu itu bisa kembali disaksikan di bioskop pada era modern saat ini.

Pengabdi Setan-nya Joko Anwar itu hype-nya dari film Pengabdi Setan tahun 1980 ini. Karena film ini bagi sebagian orang yang sudah menonton dulu, sangatmemorable,” lanjutnya.

Oleh karena itu, demi melestarikan karya-karya lawas perfilman tanah air dari era lampau, Sunil berharap program VFF ini dapat diapresiasi dan mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia.

“Saya senang sekali hal ini bisa terwujud. Kita harus dukung Vintage Film Festivalkarena banyak orang yang ingin lihat film-film lama yang sudah dengan kualitas baik,” ujarnya.

Untuk diketahui, VFF rencananya akan digelar secara serentak mulai 29 Maret – 29 April 2018, di jaringan bioskop CGV Cinemas Indonesia yang ada di 10 kota. Kota-kota itu adalah CGV Grand Indonesia (Jakarta), CGV Bekasi Cyber Park (Bekasi), CGV Paris Van Java (Bandung), CGV Grage City Mall (Cirebon), CGV Teras Kota (Tangerang), CGV Depok Mall (Depok), CGV Sahid Jwalk (Yogyakarta), CGV Festive Walk –(Karawang), CGV BG Junction (Surabaya), dan CGV Focal Point (Medan).

Selain itu, ada beberapa film lawas lainnya yang siap ditayangkan pada gelaran Vintage Film Festival (VFF). Di antaranya adalah Matt Dower (1969), Ateng Sok Aksi (1977), Pengabdi Setan (1980), Ratu Ilmu Hitam (1981), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), WARKOP – Sama Juga Bohong (1986), Seri Catatan Si Boy (1987 – 1991).

Pemutaran film lawas dimulai dengan Pengabdi Setan 1980 yang bertengger di CGV selama sebulan, mulai dari 29 Maret hingga 29 April pada hari Kamis hingga Minggu.

“Dimulai dari Pengabdi Setan selama sebulan, nanti kita tanya masyarakat. Sebulan selanjutnya film lawas mana yang akan tayang duluan,” ungkap Head Marketing CGV Cinemas, Wisnu Triatmojo.

(yln/JPC)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar