“Padahal pemerintah Jokowi sudah menghisap rakyat sampai tukang sumsum. Pajak telah  dipungut sampai ke kampung kampung, ke pasar pasar traditional, ke warung tegal pinggir  jalan, bahkan untuk kota besar seperti Jakarta pajak lalu lintas, PBB semakin menghisap,”
” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (30/3).
Ia menuturkan, dalam terminologi bahasa maupun agama, jika kehidupan suatu masyarakat  hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka masyarakat tersebut disebut sebagai  masyarakat yang bangkrut.
Daeng mengatakan, bercermin dari terminologi itu secara obyektif saat ini pemerintahan  menciptakan keadaan yang semakin buruk. Bahkan, dalam hal keuangan saat ini jauh lebih buruh dari pemerintah sebelumnya.
Kebangkrutan pemerintahan Jokowi, lanjut Daeng, diperparah oleh ambruknya harga minyak, Â gas, batubara, sawit, sumber utama pendapatan pemerintah.”Tinggal satu langkah Jokowi, jual diri secara murah, utang ke China seperti sebelumnya,” Â tandasnya.(hargo/JPG)
