Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sidang Praperadilan Hamim: Ganas, Kejati Minta Kuasa Hukum Hamim di Beri Kartu Merah

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 31 Maret 2016 | 10:58 Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO -Kasus dana bansos yang menjerat Hamim Pou, kemarin Sidang lanjutan praperadilan Bupati Bone Bolango (Bonbol) Hamim Pou terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo berlangsung panas, Rabu, (30/3).

Jaksa dari Kejati Gorontalo tibat-tiba meminta hakim untuk memberikan kartu merah (mengeluarkan dari ruangan) terhadap Muhlis Hasiru, salah satu diantara kuasa hukum Hamim dalam persidangan kali itu.

Selain itu Jaksa juga meminta hakim untuk tidak mengizinkan Muhlis menjadi kuasa hukum Hamim dengan tudingan Muhlis termasuk diantara saksi dalam kasus dana bansos yang dialamatkan kepada Hamim.

“Berdasarkan catatan perkara kami, Muhlis termasuk penerima dana Bansos bersama salah seorang pengacara lainnya. Jadi dia termasuk sebagai saksi dalam pokok perkara ini,” ujar Jaksa Kosura didampingi Jaksa Nova dan Jaksa Diding Hakim Iriyanto,SH.

Keberatan itu menjadi salah satu poin jawaban Jaksa yang menanggapi materi permohonan Gugatan Hamim yang dibacakan Muhlis bersama Syarif Lahani dalam sidang sebelumnya.

Selain itu, Jaksa bersikukuh menilai tahapan penetapan Hamim Pou sebagai tersangka dalam perkara korupsi dana Bansos 2011-2012 sudah sesuai prosedur.

Termasuk sudah mengantongi dua alat bukti. Jaksa juga membantah perihal kewenangan dalam menetapkan kerugian negara dalam perkara dugaan kasus korupsi Bansos. Menurut Jaksa mereka menetapkan Hamim justru sesuai dengan temuan BPK tahun 2012.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar