Gorontalo

Ekonomi Gorontalo Tetap Tumbuh 6,20 Persen di Tengah Efisiensi Anggaran

×

Ekonomi Gorontalo Tetap Tumbuh 6,20 Persen di Tengah Efisiensi Anggaran

Share this article
Ekonomi Gorontalo Tetap Tumbuh 6,20 Persen di Tengah Efisiensi Anggaran
Info grafis pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Efisiensi anggaran tidak serta-merta mengerem laju perekonomian Gorontalo. Di tengah ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas, ekonomi daerah justru mampu mencatat pertumbuhan 6,20 persen pada Triwulan II 2026.

Berita Terkait:  Di Bawah Komando Wagub Idah, Program MBG Gorontalo Siap Berbenah Total

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 5 Agustus 2026 tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Gorontalo tetap bergerak, meski pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dalam pengalokasian anggaran pembangunan.

Kondisi ini sekaligus menunjukkan mulai bergesernya pola penggerak ekonomi daerah. Jika sebelumnya aktivitas ekonomi masih cukup bergantung pada belanja dan investasi pemerintah, kini peran dunia usaha serta masyarakat semakin penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Salurkan Bantuan Benih Jagung Senilai Rp. 202 Juta ke Petani di Bone Bolango

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili, menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perubahan pendekatan pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

Menurutnya, pemerintah tidak lagi harus menjadi satu-satunya motor penggerak ekonomi,

Berita Terkait:  Gusnar Ismail Jalani Sesi Pemotretan Jelang Pelantikan 20 Februari

melainkan memperkuat fungsi sebagai regulator sekaligus memberikan stimulus, fasilitasi,

dan arah bagi sektor-sektor yang memiliki potensi untuk berkembang.

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi dan Kabgor Lakukan Pemantauan Lokasi Hiburan Malam di Tolangohula

“Pemerintah mulai berada pada peran yang lebih tepat sebagai regulator, menstimulasi, memfasilitasi, dan mengarahkan,” ujar Wahyudin.

Ia mengatakan, arah kebijakan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie semakin relevan dengan kondisi fiskal saat ini.

Berita Terkait:  Reflin Sebut Dinas PMD Bisa jadi "Kemendagri" di Daerah Masing-masing

Efisiensi anggaran yang berlangsung di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, kata dia, menuntut pemerintah untuk semakin selektif menentukan program pembangunan.

Setiap program tidak lagi cukup hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi harus memiliki daya ungkit, tepat sasaran, serta mampu menggerakkan dukungan dari berbagai pihak.

Berita Terkait:  Aktivasi IKD Bakal jadi Syarat Pengurusan Administrasi Kependudukan

“Arah kebijakan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah saat ini sangat terasa di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.

Wahyudin mengakui, penyesuaian fiskal bukan tanpa konsekuensi. Terbatasnya anggaran membuat pemerintah harus menentukan kembali skala prioritas pembangunan.

Berita Terkait:  Pemprov Tunda Zikir dan Doa Bersama Peringatan HUT ke-25 Provinsi, Ini Alasannya

Pada saat yang sama, sebagian masyarakat maupun pemangku kepentingan

mungkin merasakan adanya program yang tidak lagi menjadi prioritas atau berkurangnya bentuk stimulasi yang sebelumnya diberikan pemerintah.

Berita Terkait:  Hadiri Sosialisasi Dukcapil PMD, Pj. Sekprov: Pembangunan Berawal dari Data

Namun, kondisi tersebut dinilai harus menjadi momentum untuk mendorong kemandirian sekaligus kreativitas seluruh elemen masyarakat.

“Secara sadar kondisi ini memaksa kita untuk tetap fokus, mandiri dan kreatif. Dan kita juga pantas untuk selalu bersyukur,” tuturnya.

Berita Terkait:  Gorontalo Half Maraton 2025: Pendaftar Naik 1000 Orang, Efek Promo Kemerdekaan

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di level 6,20 persen, pemerintah melihat adanya modal penting untuk menjaga optimisme pembangunan Gorontalo.

Tantangannya kini adalah memastikan pertumbuhan tersebut semakin banyak ditopang oleh aktivitas produktif masyarakat dan dunia usaha,

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting

sehingga ketahanan ekonomi daerah tidak terlalu bergantung pada kemampuan belanja pemerintah.

Arah tersebut sekaligus memperkuat peran pemerintah sebagai pengarah pembangunan,

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting

sementara masyarakat dan sektor swasta didorong menjadi bagian yang semakin besar

dalam menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka peluang kesejahteraan baru.(Rls) 

Berita Terkait:  Gusnar Ismail Jalani Sesi Pemotretan Jelang Pelantikan 20 Februari