Gorontalo

Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting

×

Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting

Share this article
Pemprov Gorontalo Dorong Aksi Nyata Tekan Stunting
Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie ketika memberikan sambutan pada kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus, yang digelar di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Kamis (16/10/2025).

Hargo.co.id, GORONTALOPemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan angka stunting di daerah.

Berita Terkait:  Lomba Literasi Diharapkan Bisa Lahirkan Sastrawan Hebat Gorontalo

Komitmen ini kembali ditunjukkan melalui kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus, yang digelar di Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan hasil kerja sama BKKBN Provinsi Gorontalo dan Baznas Provinsi Gorontalo tersebut menghadirkan pelayanan KB gratis, sosialisasi pencegahan stunting, serta penyerahan bantuan sosial bagi 100 keluarga berisiko stunting.

Berita Terkait:  Gusnar: Dampak Sosial dan Lingkungan dari Aktivitas Pertambangan Perlu Diantisipasi

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan apresiasi kepada BKKBN dan Baznas atas perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu.

Menurutnya, keberhasilan program keluarga berencana tidak lepas dari peran dan pengorbanan perempuan dalam menjaga jarak kelahiran dan memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Resmi Buka Turnamen Gateball Antar OPD: Kolaborasi dan Sportivitas Warnai HUT ke-80 RI

“Ibu-ibu adalah pahlawan di rumah tangga. Mereka yang memastikan anak tumbuh sehat dan terpenuhi kebutuhannya. Karena itu, pemerintah memberi perhatian lebih agar para ibu mendapat pendampingan dan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.

Wagub juga menyoroti penyebab stunting yang tidak hanya terkait masalah ekonomi, tetapi juga pola asuh dan pengetahuan orang tua.

Berita Terkait:  Bangun Gorontalo, RG dan GI Sepakat Lepas Baju Partai

Banyak keluarga mampu yang tetap menghadapi kasus stunting karena kurang memahami pentingnya pemberian gizi seimbang dan perhatian emosional bagi anak.

“Anak-anak tidak hanya butuh makanan bergizi, tapi juga kasih sayang dan waktu dari orang tua. Pola asuh yang keliru bisa berdampak besar meski kondisi ekonomi keluarga tergolong baik,” tambahnya.

Berita Terkait:  Dinas PMD Ingatkan Penggunaan Dana Desa Harus Sesuai Regulasi

Dalam kesempatan itu, Idah Syahidah mendorong seluruh instansi agar memastikan program penanganan stunting berjalan nyata di lapangan.

Menurutnya, kebijakan tidak akan berarti tanpa aksi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Berita Terkait:  Prakerja Gelar Temu Alumni di Gorontalo

“Sudah saatnya kita memperkuat daya aksi pemerintah. Kolaborasi BKKBN dan Baznas menjadi contoh konkret bahwa kerja sama lintas lembaga bisa langsung memberi manfaat bagi warga,” pungkasnya.(Adv)