Hargo.co.id, GORONTALO – Program pemberian booth portable bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo terus diperluas. Namun, fasilitas usaha tersebut tidak boleh ditempatkan sembarangan hingga mengganggu fungsi trotoar maupun badan jalan.
Penegasan itu disampaikan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menyerahkan bantuan booth portable tahap kedua kepada pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Pentadio Resort, Sabtu (5/9/2026).
Sofyan meminta para penerima bantuan memilih lokasi usaha yang strategis, tetapi tetap memperhatikan kepentingan masyarakat umum.
Menurutnya, trotoar harus tetap menjadi ruang bagi pejalan kaki, sementara badan jalan digunakan untuk kepentingan lalu lintas.
Ia mengaku masih menemukan sejumlah booth yang ditempatkan di ruas jalan utama hingga memanfaatkan trotoar. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pergerakan pejalan kaki sekaligus mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Kami imbau agar penempatannya di titik strategis dan tidak mengganggu fungsi jalan. Saya perhatikan di beberapa jalan utama sudah ada booth yang memanfaatkan media jalan dan trotoar. Ini tentu mengganggu pejalan kaki dan lalu lintas. Hal itu yang kita tata,” ujar Sofyan Puhi.
Selain lokasi, pemerintah daerah juga mengingatkan penerima bantuan agar tidak mengubah booth portable menjadi bangunan permanen.
Sofyan menjelaskan, modifikasi tetap diperbolehkan selama sebatas memperkuat identitas usaha, seperti memasang nama atau merek dagang. Sebaliknya, penambahan struktur bangunan yang membuat booth tidak lagi mudah dipindahkan tidak diperkenankan.
“Kalau hanya menambah merek usaha tidak masalah. Yang tidak boleh adalah menambah struktur layaknya bangunan permanen. Booth ini didesain portable agar bisa didorong. Kalau ditambah bangunan baru, nantinya tidak bisa dipindah lagi,” jelasnya.
Bantuan tahap kedua ini merupakan kelanjutan program penyediaan fasilitas usaha yang sebelumnya telah menyasar pelaku UMKM di kawasan Menara Limboto.
Melalui program tersebut, Pemkab Gorontalo berharap pelaku UMKM memiliki sarana usaha yang lebih layak sekaligus mampu mengembangkan aktivitas ekonomi di tingkat kecamatan.
Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya penataan ruang publik. Pengembangan UMKM diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru akibat penggunaan trotoar atau badan jalan untuk aktivitas perdagangan.
Dengan demikian, bantuan fasilitas usaha tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM semakin berkembang tanpa mengurangi hak masyarakat atas ruang publik.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus dan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira. (Adv)












