Gorontalo

Lomba Bertutur Jadi Ruang Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya pada Anak Gorontalo

×

Lomba Bertutur Jadi Ruang Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya pada Anak Gorontalo

Share this article
Lomba Bertutur Jadi Ruang Tanamkan Literasi dan Cinta Budaya pada Anak Gorontalo
Penyerahan hadiah kepada juara lomba bertutur oleh Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto.

Hargo.co.id, GORONTALO – Budaya literasi di kalangan anak-anak Gorontalo terus didorong melalui cara yang lebih kreatif. Salah satunya lewat Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang mengajak siswa mengenal cerita, sejarah, budaya hingga kearifan lokal melalui kemampuan bercerita.

Berita Terkait:  Ketum BPD HIPMI Bertemu Gubernur, Kolaborasi Sukseskan Visi Misi Gorontalo Maju dan Sejahtera

Sebanyak 12 siswa terbaik dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo tampil dalam kompetisi yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melalui Bidang Perpustakaan.

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai II Gedung Layanan Perpustakaan Umum H.B. Jassin, Kamis (10/9/2026).

Berita Terkait:  Progres Perekaman KTP El di Gorontalo Sepekan Jelang Pencoblosan Naik Signifikan

Masing-masing kabupaten/kota mengutus dua peserta terbaik untuk berkompetisi. Mereka tidak hanya dituntut mampu menyampaikan cerita, tetapi juga memahami isi, pesan, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pembukaan kegiatan dilakukan Rasuna Thalib yang mewakili Bunda Literasi Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan.

Berita Terkait:  Realisasi Fisik dan Keuangan Pemprov Gorontalo Sudah Diatas Target

Dalam sambutan Bunda Literasi yang disampaikannya, Rasuna mengatakan lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sejak usia sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan komunikasi sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri anak.

Berita Terkait:  Kuota Peserta GHM 2025 Hampir Penuh, Danial: Bukti Tingginya Minat Warga

“Lomba Bertutur menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan budaya gemar membaca, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan kecintaan anak-anak terhadap cerita, sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur daerah serta bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemampuan bertutur tidak berhenti pada aktivitas membaca. Anak harus mampu memahami cerita, menghayati pesan yang disampaikan, kemudian mengomunikasikannya kembali dengan bahasa, ekspresi dan penghayatan yang baik.

Berita Terkait:  Pemutakhiran Indeks Desa Membangun di Provinsi Gorontalo Rampung Tepat Waktu

Di sisi lain, cerita rakyat dan kisah-kisah daerah dinilai dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda.

Gorontalo, kata dia, memiliki banyak cerita, legenda, sejarah, tokoh, adat istiadat dan nilai luhur yang perlu terus diwariskan.

Berita Terkait:  Wagub Idah Pastikan Media Center PENAS XVII Siap Layani Jurnalis Nasional

“Kita memiliki begitu banyak cerita, legenda, sejarah, tokoh, adat istiadat serta nilai-nilai luhur yang patut diwariskan kepada anak-anak kita. Jangan sampai kekayaan tersebut hanya menjadi cerita yang tersimpan dalam buku, tetapi harus hidup dalam ingatan dan hati mereka,” katanya.

Untuk itu, peserta diingatkan agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai ajang mengejar juara. Lebih dari itu, lomba menjadi kesempatan untuk belajar tampil di depan umum, berkomunikasi, menghargai budaya dan menumbuhkan kecintaan terhadap buku serta cerita rakyat.

Berita Terkait:  Penjagub Ismail Safari Ramadan di Bone Bolango

Apresiasi juga disampaikan kepada guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.

“Saya berharap kegiatan Lomba Bertutur ini dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan, bercerita sebagai budaya, dan literasi sebagai gaya hidup anak-anak Gorontalo,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Selain Keamanan dan Ketertiban, Penjagub Tekankan Empat Hal Penting Selama Tahapan Pemilu

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Husni Jusuf, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui DAK Nonfisik Tahun Anggaran 2026 sesuai petunjuk teknis Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah.

Ia menyebut, lomba diarahkan untuk menumbuhkan kegemaran membaca dan kemampuan literasi anak sekaligus memperkuat kecintaan terhadap karya budaya bangsa.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Gandeng Google for Education untuk Transformasi Produktivitas Guru

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan bahan bacaan yang memiliki nilai budaya dan kehidupan, termasuk cerita kepahlawanan dan legenda daerah,” jelasnya.

Dengan demikian, buku dan cerita tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga dapat menjadi media pembentukan karakter bagi anak.

Berita Terkait:  Idah dan Adhan Bahas Penyesuaian Jadwal Acara KORPRI dan Pengambilan Racepack GHM di Taruna Remaja

Dalam perlombaan tersebut, kemampuan peserta dinilai oleh tiga dewan juri yang memiliki latar belakang literasi, budaya dan seni bertutur. Mereka adalah budayawan sekaligus pegiat literasi Hasdin Danial, akademisi Herman Didipu, serta pendongeng dan pegiat literasi Fitri Fathia Paramita Kinanti.

Setelah melalui tahapan penilaian, enam peserta ditetapkan sebagai peraih posisi terbaik.

Berita Terkait:  Progres Perekaman KTP El di Gorontalo Sepekan Jelang Pencoblosan Naik Signifikan

Juara pertama diraih Seyra Maheswari Tuna dari SDN 8 Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Posisi kedua ditempati Raniatudjanah Mahmud dari SDN 1 Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Juara ketiga diraih Eliza Qairan Mikayla dari SDN 10 Kota Barat, Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Gandeng Google for Education untuk Transformasi Produktivitas Guru

Selanjutnya, Reysha Azzahra A. dari SDN 11 Limboto, Kabupaten Gorontalo, meraih juara keempat.

Juara kelima diraih Muhamad Khairul Alyar dari SDN 3 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Sementara juara keenam ditempati Nawal Atiyyah Jufri dari MI Terpadu Az-Zahra, Kabupaten Boalemo.

Berita Terkait:  Realisasi Fisik dan Keuangan Pemprov Gorontalo Sudah Diatas Target

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto, jajaran kepala dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten/kota atau yang mewakili, guru pendamping serta orang tua peserta.

Lomba Bertutur menjadi salah satu upaya memperluas makna literasi di kalangan pelajar. Anak tidak hanya diarahkan untuk mampu membaca, tetapi juga memahami informasi, mengolah pesan, berkomunikasi, berpikir kritis dan berani menyampaikan gagasan.

Berita Terkait:  Ketum BPD HIPMI Bertemu Gubernur, Kolaborasi Sukseskan Visi Misi Gorontalo Maju dan Sejahtera

Pada saat yang sama, pengenalan cerita daerah diharapkan membuat generasi muda semakin dekat dengan identitas dan budaya Gorontalo.

Perpustakaan pun didorong untuk terus berkembang bukan sekadar sebagai tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi menjadi ruang belajar, berekspresi dan membentuk karakter generasi muda. (Diyanti) 

Berita Terkait:  Kuota Peserta GHM 2025 Hampir Penuh, Danial: Bukti Tingginya Minat Warga