Perayaan Maulid, Kue Dipasaran Laris Manis

×

Perayaan Maulid, Kue Dipasaran Laris Manis

Sebarkan artikel ini
Aneka kue yang dipajang pada saat tradisi Walima. (natha / Gorontalo Post)

GORONTALO, hargo.co.id – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Desember kemarin, menjadi berkah tersendiri bagi para pembuat maupun penjual kue tradisional.

Pasalnya, sejak beberapa hari belakangan, permintaan kue tradisional, seperti kolombengi, cucuru, panada dan jenis kue lainnya cukup tinggi.

Satu pedagang bisa menjual kue tradisional hingga 250 biji per hari. Setiap kue dijual Rp 1.500.

Indah, pedagang kue tradisional di Kota Gorontalo mengatakan, sejak seminggu lalu, permintaan kue tradisional telah meningkat.

“Kalau saya biasa jual kue dengan menitip di warung-warung, tetapi saat menjelang Maulid Nabi pelanggan pelanggan beli langsung di rumah,” ujarnya.

Dalam memproduksi kue tradisional ini, Indah membutuhkan sejumlah bahan, diantaranya terigu, telur dan gula.

“Biasanya sebelum maulid, saya sudah siapkan stok bahan, karena kalau so dekat maulid harga lebe mahal dan stok kurang,” ujarnya.

Takl hanya Indah, Rise Moha, warga lainnya juga sibuk menyiapkan kue kolombengi untuk kegiatan maulid Nabi, hingga jelang Subuh, kemarin, Senin (12/12).

Ia bersama sang suami membuat kue kolombengi sejak jelang tengah malam, termasuk menyiapkan “tolanga” yang berukuran sekitar 3 meter itu.

Rise berencana membuat kue kolombengi sebanyak 1.500 buah. Adapun bahan-bahan yang disiapkan diantaranya berupa 300 butir telur, 50 Kg tepung terigu dan 50 Kg gula pasir.