Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Perceraian UE-Inggris Mulai, Jutaan Ekspatriat Gundah

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 3 April 2017 | 10:46 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id – Sejak Perdana Menteri (PM) Theresa May menandatangani surat resmi pengaktifan pasal 50 Kesepakatan Lisbon, kecemasan terbit di hati sekitar sejuta ekspatriat Inggris yang tersebar di negara-negara Uni Eropa (UE). Mereka mengkhawatirkan keberlangsungan hidup dan pekerjaan yang selama ini dinikmati di negeri orang. Hal yang sama dirasakan sedikitnya 3 juta warga UE yang tinggal di Inggris.

”Kami butuh kepastian sesegera mungkin,” kata Joan Pons, perawat asal Spanyol yang sudah 17 tahun bekerja di sebuah rumah sakit di kawasan Norfolk. Pria 41 tahun yang punya tiga anak dan semuanya lahir di Inggris itu takut jika harus angkat kaki dari Negeri Ratu Elizabeth II tersebut. Sebab, hubungan Inggris dan Spanyol serta negara-negara anggota UE yang lain bakal berubah. Dari sekutu menjadi mitra.

Inggris dan UE punya waktu dua tahun untuk menegosiasikan segala hal terkait undang-undang, aturan, dan kepatutan. Namun, Pons dan ekspatriat UE yang lain tidak demikian. Masa transisi yang resmi berlaku sejak May membubuhkan tanda tangan pada surat cerai Inggris-UE 29 Maret membuat Pons ketakutan. Sebab, apa pun bisa berubah dan apa pun bisa terjadi di masa transisi.

”Anak-anak saya takut jika tidak bisa kembali lagi ke rumah mereka setelah liburan nanti,” ungkap Pons. Bersama keluarganya, dia biasa menghabiskan masa liburan di luar Inggris. Entah itu melihat kampung halamannya di Spanyol atau sekadar tamasya ke negara-negara Eropa yang lain. Kengerian yang terjadi di Amerika Serikat (AS) setelah penerapan Muslim Ban akhir Januari lalu terus-menerus menghantuinya.

Selain Pons, ada sekitar 60.000 warga negara UE yang bekerja di National Health Service (NHS) Inggris. Mereka mewakili 5 persen dari total 1,2 juta staf NHS. Dalam pernyataan resminya, Menteri Urusan Brexit David Davis menegaskan bahwa nasib sekitar 1 juta ekspatriat Inggris di UE dan sedikitnya 3 juta ekspatriat UE di Inggris akan menjadi prioritas utamanya dalam masa transisi.

Tapi, sebelumnya, May berjanji memperketat aturan imigrasi setelah meninggalkan UE. Maklum, sejak bergabung dengan UE pada 1973, Inggris menjadi jujukan para pencari kerja. Berbekal paspor UE dan aturan bebas visa, warga UE pun membanjiri Inggris untuk mengais rezeki. Sebab, dibandingkan dengan yang lain, Inggris punya jaminan kesejahteraan dan kesehatan paling memadai bagi pendatang.

Kini surat cerai yang dikirimkan May ke markas UE di Kota Brussel, Belgia, pada pekan lalu itu membuat ekspatriat UE di Inggris waswas. ”Kami sedang mempertimbangkan rencana untuk pindah ke Australia,” kata seorang perawat asal Kota Barcelona, Spanyol. Perempuan 45 tahun yang menikah dengan seorang dokter asal Spanyol itu tidak yakin bisa tetap hidup nyaman di Inggris.

Selain bidang kesehatan, pertanian menjadi lahan favorit para ekspatriat UE di Inggris. Garden of England yang berada di kawasan Kent, misalnya. Para petani lokal di sana sangat bergantung pada staf asing asal UE dalam mengelola lahan dan meningkatkan produktivitas. Sebab, warga Inggris cenderung tidak mau bekerja di perkebunan atau green house.

”Pekerjaan kami memang tidak mudah. Setiap hari aktivitas di perkebunan bermula pada pukul 05.00. Sepuluh jam per hari. Enam hari tiap pekan,” kata Gabriela Szomoru. Perempuan 31 tahun asal Rumania itu sudah satu dasawarsa menetap di Inggris dan menikah dengan sopir truk asal Hungaria. Dia berharap Inggris tetap mengizinkannya tinggal di negara yang dia sebut sebagai bagian dari masa depannya itu.

Duta Besar Inggris untuk Spanyol Simon Manley berusaha menenangkan para ekspatriat Inggris yang ada di negara itu. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan mengupayakan kesepakatan terbaik untuk rakyatnya. Dia menjamin hak-hak para ekspatriat tersebut tetap diberikan. Terutama hak di bidang kesehatan. ”Tidak akan ada perubahan signifikan selama masa transisi. Saya yakin,” ungkapnya. (AFP/expatforum/hep/c10/any)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar