Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peristiwa 23 Januari 1942, Hamka: Potret Nasionalisme Putra dan Putri Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 23 Januari 2023 | 12:05 Tag: , , ,
  Forkopimda Provinsi Gorontalo usai pelaksanaan Upacara Peringatan 81 tahun Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Senin (23/1/2023). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Peristiwa tanggal 23 Januari 1942 yang saat ini diperingati sebagai Hari Patriotik menjadi potret sifat nasionalisme yang sangat besar dari putra putri Gorontalo dalam merebut kemerdekaan dan kebebasannya dari penjajahan.

Hal tersebut disampaikan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan 81 tahun Hari Patriotik 23 Januari 1942 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Senin (23/1/2023).

banner 728x485

“Peristiwa heroik dalam mengusir penjajah di bumi Gorontalo, menjadi catatan sejarah yang harus kita lestarikan. Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, dimulai dari Gorontalo pada tanggal 23 Januari 1942,” kata Hamka Hendra Noer dalam sambutannya pada Upacara tersebut.

“Karena itu, tidak berlebihan jika dapat kami pinjam istilah ‘Merdeka Sebelum Merdeka’. Slogan ini selamanya menjadi pemicu bagi seluruh anak bangsa terutama di Gorontalo,” katanya menambahkan.

Pembentangan bendera merah putih sepanjang 23 Meter pada pelaksanaan upacara Peringatan 81 tahun Hari Patriotik 23 Januari 1942 di Kabupaten Bone Bolango, Senin (23/1/2023). (Foto: Istimewa)

 

Penjabat Gubernur Gorontalo saat melakukan Tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone. (Foto: Istimewa)

Hamka Hendra Noer mengatakan, peringatan Hari Patriotik tahun memang dilaksanakan dengan cara yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Selain diisi dengan kirab bendera, lokasi pelaksanaan upacara dilaksanakan di Kabupaten Bone Bolango dan selanjutnya upacara Hari Patriotik ini akan akan digilir ke Kabupaten Kota lainnya.

“Hal ini ditandai sebagai daerah lintas sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone,” kata Hamka Hendra Noer.

Usai upacara dilaksanakan pula pembentangan bendera merah putih dengan panjang 23 meter, oleh peserta Kirab serta dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan kepada para pejuang 23 Januari 1942 yang diwakili ahli waris.

Selain itu, dilaksanakan juga ziarah ke taman makam pahlawan, sekaligus menyaksikan pameran senjata dan nonton bareng film dokumenter sejarah Hari Patriotik melengkapi rangkaian kegiatan peringatan 23 Januari 1942.

Nonton Bareng Film Dokumenter Sejarah 23 Januari. (Foto: Istimewa)

Hamka Hendra Noer berharap, peringatan hari Patriotik ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Gorontalo terhadap daerah serta para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Gorontalo.

“Oleh karena itu, semangat Pahlawan Nasional Nani Wartabone yang dengan gagah berani mengusir penjajah dan mengibarkan bendera merah putih di bumi Gorontalo, perlu kita lestarikan dan kita kembangkan dalam penyelenggaraan pemerintahan juga dalam kehidupan sehari-hari,” dirinya menandaskan.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar