Pembalap yang sudah mengumpulkan enam kemenangan etape di ajang Tour de France sepanjang karier itu tidak banyak berkata saat ditanya apakah balapan terakhirnya di Paris Roubaix ini berakhir tragis.
Yang jelas, dia berkata kekalahan pada Tour of Flanders pekan lalu atas Peter Sagan lebih menyakitkan.
Di ajang itu Cancellara harus mengakui Sagan yang finish terdepan. Cancellara menjadi runner up dengan finish terpaut 25 detik. Di ajang Tour of Flanders dia juga pernah tiga kali menjadi kampiun yakni pada 2010, 2013, dan 2014.
“Minggu lalu lebih berat (untuk diterima),†ucap Cancellara. “Rasanya berbeda di balapan kali ini. Aku begitu lega saat sudah memasuki velodrome. Di Flanders, battle terjadi sampai akhir lomba,†tambahnya.
Paris Roubaix memang balapan yang tak mudah ditebak. Penuh kejutan. Yang paling mungkin bagi pembalap adalah berpihak pada keberuntungan. Dan keberuntungan itu kali ini ada pada Mat Hayman.
