Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pertarungan Kedua MT vs AD, Singgung Pencoretan 2013, Adhan Minta KPU Netral

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 11 Januari 2018 | 14:03 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Pendaftaran pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah (Pilkada) resmi ditutup, Rabu (10/1). Untuk Pemilihan Walikota (Pilwako) tiga pasangan calon yang memenuhi syarat pendaftaran. Masing-masing Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa (RAMAH), Marten Taha-Ryan Kono (MATAHARI) serta Adhan Dambea-Hardi Hemeto (ADHA).

Bagi Marten dan Adhan, pertarungan Pilwako 2018 ini bukanlah barang baru. Sebab, keduanya pernah bertarung pada Pilwako 2013. Bedanya, pada 2013 lalu Marten Taha berpasangan dengan Charles Budi Doku (CBD) (MADU). Sementara Adhan Dambea berpasangan dengan Indrawanto Hasan (DAI). Nah, pada 2018 ini, CBD justru menjadi ketua tim pemenangan bagi Adhan Dambea.

Selain itu, pada 2013 silam Adhan Dambea memilih mencalonkan diri melaui jalur perseorangan alias independen. Sedangkan pada 2018, mantan Walikota Gorontalo periode 2008-2013 itu diusung oleh gabungan koalisi Partai Hanura, PAN, Gerindra dan Nasdem. Karena itu, banyak kalangan menilai pertarungan kedua antara Marten vs Adhan akan jauh lebih sengit dibandingkan pertarungan pertama.

Genderang persaingan antara Marten Taha dan Budi Doku resmi ditabuh kemarin (10/1). Itu menyusul pendaftaran pasangan ADHA ke KPU Kota Gorontalo. Sebelumnya, Senin (8/1), pasangan MATAHARI telah mendaftarkan diri ke KPU Kota Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post, sebelum bertolak ke KPU, pasangan ADHA melaksanakan salat dan doa bersama di masjdi Al-Adha, Kelurahan Libuo, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Pada kesempatan itu turut hadir CBD.

Usai salat dan doa bersama, pasangan ADHA bertolak ke KPU sekitar pukul 10.00 wita dengan dikawal ribuan pendukung. Begitu tiba di KPU Kota Gorontalo, Adhan Dambea bersama Hardi Hemeto langsung menyerahkan berkas dukungan. Saat itu Adhan-Hardi turut dikawal oleh Ketua DPW PAN Zainuddin Hasan, Ketua DPD Gerindra Elnino M.Husain Mohi serta Ketua DPC Hanura Kota Tien Mobiliu.

Yel-yel pendukung memuncah ketika berkas pendaftaran pasangan calon Adhan-Hardi dinyatakan memenuhi syarat. Sejalan hal itu, Adhan Dambea menekankan agar jajaran KPU Kota Gorontalo bersikap netral dan independen dalam menjalankan tugas. Penekanan itu dikaitkan dengan apa yang dialaminya pada 2013 silam. Yakni pencoretan pada sehari menjelang pemungutan suara.

Dalam keterangan persnya, Adhan mengungkapkan, salah satu penyebab terjadinya kisruh saat pilkada adalah ketidak netralan pihak penyelenggara dalam melaksanakan aturan pemilu. Akibatnya, ada calon yang merasa rugikan.

“Saya mulai dengar belakangan ini ada isu-isu untuk mengintervensi KPU, jadi saya harap KPU tidak terpengaruh dan tetap konsisten menjalankan setiap aturan,” tegasnya.
Adhan juga mengatakan, ia akan selalu berada bersama barisan KPU untuk menegakkan aturan KPU.

Sementara itu, terpisah, Ketua KPU Kota Gorontalo, La Aba, S.Pd, M.Pd menekankan, KPU Kota Gorontalo konsisten untuk menerapkan aturan pilkada. “Kami berpedoman pada aturan yang berlaku, jadi tidak ada yang namanya penyelenggara yang berpihak ke calon manapun,” tegasnya. La Aba juga berharap, penyelenggaraan Pilwako Gorontalo kedepannya bisa berlangsung aman dan lancar.(tr-45)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar