Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Peternak Sapi Galau Karena Anthrax

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 11 Juli 2016 | 14:18 PM Tag: , ,
  

 

Hargo.co.id LIMBOTO – Penyebaran wabah anthrax yang menyerang banyak ternak sapi di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, empat bulan belakangan, merugikan bukan hanya para peternak saja. Para pengusaha ternak sapi pun ikut kenak imbas negatifnya. Pasalnya, sapi asal Gorontalo saat ini sudah tak bisa dijual ke daerah lain disebabkan adanya isu antraks yang saat ini tak ada kejelasan statusnya.

Seperti diakui pengusaha antar pulau ternak sapi asal Kecamatan Limboto, Abubakar Utina. Pria yang mengaku sudah menekuni bisnis antar pulau ternak sapi hidup ke Kalimantan sejak tiga tahun belakangan ini, tak bisa lagi menjalankan usahanya dengan lancar. Kondisi itu dialaminya sejak daerah ini ditetapkan endemik anthrax, sekitar empat bulan lalu.

“Ternak yang sudah kita siapkan berbulan-bulan untuk diantar pulaukan, tak bisa lagi dilakukan. Daerah tujuan melarang masuknya ternak sampai ada kejelasan tidak ada lagi anthax,” kata Abubakar, Minggu (10/7). Hal senada disampaikan Boby, peternak dan juga pengusaha penggemukan sapi daerah danau Limboto. Seperti Abubakar, Boby mengaku ikut merasakan imbas negatif wabah anthrax.

Terutama, untuk kepastian usaha ternaknya. “Banyak pengusaha antar pulau yang menghentikan sementara kerja sama jual beli ternak. Akibatnya, banyak ternak yang kita pelihara tinggal dijual di pasar lokal,” tandas Boby. Ia pun mengaku mengalami banyak penurunan keuntungan akibat adanya wabah anthrax. “Jelas harganya tidak sama dengan harga ternak antar pulau.Â

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar