Kamis, 20 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pikul Baru

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Sabtu, 1 Januari 2022 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Pikul Baru - DISWAY (Foto: BPMI/Setpres)

Oleh : Dahlan Iskan

BEGITU besar harapan kita pada tahun baru 2022.

Apalagi setelah mendengar pidato Presiden Jokowi di depan Kompas100 menjelang tutup tahun 2021. Kompas100 adalah indeks harian Kompas untuk saham 100 emiten di pasar modal Jakarta, BEJ.

Begitu besar optimisme Presiden Jokowi. Kita ikut optimistis. Semangat kita ikut terpompa. Seperti juga dulu. Ketika optimisme itu dipompa oleh pidato beliau di pasar modal: bahwa ekonomi kita akan meroket.

Kali ini Presiden Jokowi menyebut tiga proyek baru. Semuanya raksasa, prestisius. Dan bisa memuaskan emosi kita –yang sudah lama geregetan.

Misalnya soal pembangunan rumah sakit internasional di Bali. Yang ground breaking-nya dilakukan Presiden dua hari lalu. Itu bisa menjawab kegundahan nasional: mengapa jutaan rakyat Indonesia berobat ke luar negeri. Ikut menghabiskan devisa negara.

Itu terjawab sekarang: tidak perlu lagi ke Singapura. Atau ke Penang. Cukup ke Bali saja. Akan ada rumah sakit internasional seluas 41 hektare di Bali. Sambil rekreasi.

Tentu urusan rumah sakit bukan hanya soal bangunan fisik. Yang penting juga teknologi. Dan yang lebih penting lagi: kehebatan dokternya, perawatnya, pelayanannya.

Saya tentu ikut rombongan yang gembira. Apalagi kalau sudah tahu rencana detailnya: spesialisasi sakit apa saja yang akan diunggulkan. Jantung dan pembuluh darah. Stroke dan brain. Pencernaan dan usus. Kecantikan dan restorasi. Stem Cell dan Cell Cure. Diabetes dan ikutannya. Dan apa lagi. Atau hanya sebagiannya?

Pekerjaan berat lain: bagaimana cara merekrut dokter ahli tingkat dunia agar mau menetap di Bali. Sekarang ini, banyak pasien ikut saja dokternya. Di mana ada dokter hebat, ke RS itu pasien akan pergi. Dokternya pindah RS, pasien ikut pindah pula.

Sekarang ini, sebenarnya, sudah banyak RS yang hebat-hebat. Banyak pula dokter yang luar biasa. Tapi membuat RS terhebat di Bali memang masuk akal. Apalagi, selama ini, banyak yang iri atas majunya wisata pengobatan di Singapura maupun di Penang, Malaysia.

Setidaknya pemerintah sudah memberikan muara pada emosi kita. Soal bagaimana menjadikannya bermutu kita lihat empat-lima tahun lagi.

Tapi mungkin juga tidak perlu risau. Pemerintah punya cara pintas untuk mengatasi semua itu: mengandalkan nama besar nomor 1 di dunia: Mayo Clinic, Amerika Serikat. Dengan nama Mayo orang tidak perlu lagi bertanya: siapa dokternya. Mayolah yang jadi jaminannya.

Anda sudah tahu: Mayo Clinic memiliki center of excellence berkelas dunia. Terutama untuk penanganan kesehatan yang kompleks dan serius, termasuk penyakit kanker. Presiden SBY, sukses menjalani operasi kanker prostatnya di Mayo Clinic. Bulan lalu.

Tidak hanya di pengobatan. Juga di bidang medical check-up. Bahkan di Mayo ada penanganan pasien dengan pendekatan whole person care: melihat pasien secara utuh dari fisik, pikiran, kejiwaan.

Kalau seperti itu rasanya akan bisa bersaing dengan Singapura. Tidak perlu dipersoalkan siapa yang punya. Toh yang di Singapura atau yang di Penang itu juga bukan kita yang punya.

Mayo Clinic Care Network memiliki jaringan global yang kuat di Amerika Serikat, Meksiko, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Mereka berkolaborasi untuk meningkatkan layanan medis.

“Mayo Clinic berkomitmen untuk melakukan sharing pengetahuan dan keahlian medis antara tenaga kesehatan Indonesia dengan para ahli di Mayo Clinic Care Network,” ujar Arya Mahendra Sinulingga, jubir Kementerian BUMN.

Optimisme tahun baru lainnya dipompakan Presiden Jokowi di bidang industri. Presiden sudah meresmikan dimulainya pembangunan industrial estate terbesar di Indonesia –jangan-jangan terbesar di dunia. Lokasinya: di Kalimantan Utara. Tepatnya di Kabupaten Bulungan. Lebih tepatnya lagi di Pantai Tanah Kuning.

Meski masuk Kabupaten Bulungan, tapi lokasi itu lebih dekat ke ibu kota Kabupaten Berau di Kaltim. Tidak jauh dari perbatasan antara Kaltim dan Kaltara.

Berarti Kaltim dan Kaltara akan jadi masa depan Indonesia. Anda sudah tahu: ibu kota baru Indonesia di Kaltim. Dan kini industrial estate terbesar ada di provinsi sebelahnya.

Itu bukan hanya terbesar.

Itu juga paling ramah lingkungan. Paling hijau. Green Industrial Park.

Luasnya: 10.000 hektare. Yang akan bisa diperluas menjadi 30.000 hektare. Bukan main.

Itu pikiran terbesar ke-10 dari Presiden Jokowi. Yang kalau terwujud akan dikenang sepanjang masa: ibu kota baru, jalan tol, smelter nikel, dan kini green industrial estate.

Di dalam industrial estate itu masih ada pula sejarah lain: dibangunnya pembangkit listrik tenaga air terbesar di Indonesia.

Itulah PLTA hulu sungai Kayan. Itulah sungai terpanjang di Kaltara. Yang meski muaranya di dekat Tarakan tapi hulunya tidak jauh dari perbatasan Berau. Berarti tidak terlalu jauh dari industrial park tadi. Rupanya sumber listrik dari air itulah yang jadi menentu mengapa disebut Green Industrial Park.

Semua itu, sekarang ini, masih perawan ting-ting. Maka, kalau proyek ini terlaksana, akan seperti ibu kota baru. Lebih sulit lagi. Lebih ke pedalaman lagi.

“Pelabuhan dan bandara baru akan dibangun,” ujar Bupati Bulungan Syarkawi yang saya hubungi kemarin sore.

Untuk ke lokasi PLTA itu, sekarang, hanya bisa dengan helikopter. Tidak ada jalan sama sekali. Pun setapak. Berarti harus dibangun dulu jalan raya lebih 200 Km. Dari nol. Dari mulai membabat hutan, membangun badan jalan, mengeraskan, dan mengaspalnya.

Tidak cukup ada sumber batu gunung di kawasan itu. Maka batu gunung dari Palu atau Toli-Toli akan jadi pilihan terdekat. Tinggal menyeberang laut satu malam: memotong selat Makassar.

Para pemilik batu gunung di Sulawesi Tengah akan ikut panen.

Pun di kawasan industri Tanah Kuning itu. Masih perawan. Belum ada secuil pun pelabuhan. Belum ada pula bandara. Berarti harus membangun pelabuhan baru. Yang besar sekali. Yang –kalau melihat kedalaman pantainya– harus dibangun menjorok jauh ke tengah laut. Akan mahal sekali.

Ini berbeda dengan konsep Gubernur Kaltim (waktu itu) Awang Faruq. Yang akan membangun industrial estate di Maloy –dekat Sangatta. Yang kedalaman pantainya lebih 20 meter.

Berarti nasib Maloy menjadi tersisihkan.

Maloy memang sangat dekat dengan sumber energi. Hanya 10 Km. Tapi batu bara.

Tanah Kuning lebih dekat ke energi hijau: PLTA Krayan. Meski yang disebut dekat itu sekitar 200 Km.

Pilihan seperti itu menandakan energi oriented lebih diutamakan. Energi menjadi pertimbangan utamanya.

Batu bara akan habis dalam 50 tahun –atau kurang dari itu.

Air sungai Kayan tidak pernah habis –seumur hidup.

Batu bara, kotor.

Air, bersih.

Harga listrik dari batu bara 5 cent dolar/kWh.

Harga listrik dari PLTA-besar hanya 2,5 cent.

PLTA-lah yang dimenangkan. Dan itu berarti memerlukan investasi yang luar biasa lebih besar.

Belum lagi harus membangun bandara baru. Di pantai itu.

Jalan tol perlu biaya besar –tapi bisa terwujud. Sulitnya keuangan bukan main, toh teratasi –atau akan teratasi.

Ibu kota baru perlu biaya segajah. Segera terwujud. Cari uangnya begitu sulit. Toh bisa diperoleh –atau akan diperoleh.

Dua proyek besar yang kelihatannya sulit itu toh bisa berjalan. Sukses harus membawa sukses berikutnya. Sukses kecil melahirkan rasa percaya diri kecil. Sukses besar melahirkan percaya diri yang besar.

Percaya diri Presiden Jokowi terlihat kian besar. Dua proyek raksasa lagi akan ia pikul –dalam sekali pikul.

Tahun Baru, Pikulan Baru. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Tahun Komitmen

Sin
Tahun Komitmen-Mandheg Udud “Ru, njaluk Samsu ne sebatang bae?”   “Lho, jare mau mbengi pas tahun baru, kowe berkomitmen arep mandheg ngudud, Su?”   “Iya, lagi proses mandheg ngudud iki Ru, lagi tahap pertama.”   “tahap pertama piye, Su?”  “tahap pertama ya mandheg -tuku- udud.”   “lha bar kuwi tahap 2 ne opo?”  “mandheg ngudud nek wes entek.”  “woo..wedhus.” salam ngudud dulu..wkwk

Roy
Pak dahlan nderek usul : Mayoritas pilkades politik uang. Bagaimana kalo khusus pilkades diundi saja. Terima kasih

Ikho Swie
oyah… satu lagi kelupaan…. hikmah peristiwa sedih kepergian putri sulung bapak iskan ini, nantinya adalah jadi musabab bertemunya abah dengan bu Dahlan, benar kan? tentu, hal seperti ini tidak pernah tergambarkan oleh siapapun waktu peristiwa haru kepergian itu terjadi…. itulah indahnya Allah merangkai takdir manusia… dan itulah bukti keindahan firman Allah: Inna Ma’al Usri Yusro, sesungguhnya pada setiap kesusahan, pasti terdapat kemudahan…..

Nur Rochemat
Mulai sekarang saya pegang komitmen; satu istri. titik. sudah. itu saja

Sea Lead
Hiks hiks,,,,melasi,,,, inyonge dadi sedih kiye Bah,, tulisan abah mengandung brambang dari Brebes,,, ayo semangat bah,, abah pasti kuat,, jgn hiraukan mbah mars,,, apalagi boss pry,,, oye oye,,,

Robban Batang
Kemana ya Mbah Kliwon ,Anak Alay,Pak Lukman bin Saleh ,Pak Tio Xiong May,dll? Apa menyingkir dulu memberi kesempatan pada pendatang baru. Atau sudah direkrut Disway cetak seperti Pak Yusuf Ridha?

Ma’roef M
Baca tulisan Abah hari ini, sempat mengaktifkan kelenjar lakrimalis, menggenang dan buru2 saya usap, biar tdk jatuh, malu sama orang rumah… Sikon yg Abah gambarkan (lantai tanah berdebu, amben, tikar mendong dll) jadi pengantar saya mengenang kembali tahun 70an yang serba “terbatas fasilitas fisik” dan hebatnya perjuangan orang tua, membesarkan anak2nya di lereng gunung Sindoro. Saat dimana tiap hari makan nasi jagung ditemani “gereh bakar dan lebih pasnya ikan asin kobong”, bahkan nasi bulgur: “atos”, kasap dan sangit (kata orang, di negerinya Joe Biden buat pakan kuda). Sesekali dadar satu telor ayam kampung, dibelah 7, berbagi dengan adik dan kakak…telor yang lain “diikhlaskan” dierami si babon, menetas jadi “kuthuk”, besar dan harus dijual agar bisa bayar SPP. Keikhlasan orang tua dan anak2nya memang perlu TOT (training of trainer) yang tdk instan, bukan spt kita buang feces di WC. Meski berat menjalankannya, full pertimbangan, kadang benar2 terasa lelah, tapi sesuatu itu benar secara syar’i, bermanfaat tdk hanya untuk diri sendiri serta yakin akan balasan Allah, itulah ikhlas. Matur nuwun sanget Abah, semoga keikhlasan merambah ke semua pembaca DI’s Way.

selawe Disway
Lebih sentimentil. Mungkin karena pensiunan, banyak keinginan, banyak kegelisahan tapi tak banyak yg bisa dilakukan. Karena usia, karena sudah tidak lagi punya kekuasaan, dan karena zaman-nya sudah sangat berbeda. Semoga sehat dan panjang umur abah DI.

Robban Batang
Disway dan ratusan komentar-komentarnya ibarat sebuah kelapa. Ada sabut ,ada bathok ,ada daging buah dan air kelapanya.Semua ada manfaatnya. Komentar asal ,celotehan seperti sabut .Bukan tak ada guna tapi juga jangan ditaruh di meja.Olah dulu jadi apa.Mungkin jadi keset taruh di depan pos jaga Komentar pedas,kritikan mungkin seperti bathok.Jangan hanya dibuat siwur atau gayung saja.Yang sekarang sudah diganti dengan gayung plastik. Mungkin perlu dibakar dulu jadi arang untuk bakar sate, dll,dst,de es be, tanpa ye. Komentar guyon , humor,joke ,anekdot ibarat air kelapa yang menyegarkan .Kalau perlu jadikan nata de Coco. Daging kelapa yang telah dicukil dari bathoknya,telah dipotong-potong,diparut diperas itulah tulisan Abah.Tinggal terserah masing-masing pembaca ,mau dijadikan kuah opor atau kuah kolak. Atau ‘hanya’ dimasak begitu saja tanpa dicampuri apa-apa.Dipanaskan ,di-didih-kan terus sampai keluar minyaknya. Ternyata Kun fa ya Kun juga butuh proses.Bukan SIM salabim yang Mak bedunduk.

triyoga    
setelah membaca ini. saya tiba2 ingin berkomitmen. gak muluk2. cukup datang ke tempat kerja 1 jam lebih awal.  sesekali ontime. setiap hari, selama setahun. bukan random delay 2-4 jam, dan overtime 5-6 jam. Terima kasih Bah. Tulisan kali ini modal untuk tahun depan.

Leong Putu
Komitmen harus dilatih.? ———————– Setelah satu tahun masa pengenalan/pacaran. Akhirnya kami (saya dan pacar ) komitmen untuk menikah. Setelah sekian tahun berlalu, komitmen itu tetap terjaga. Tiga buah hati adalah bukti komitmen tersebut. Dan saya menemukan bahwa : ketika komitmen itu dijaga, akan melahirkan komitmen komitmen baru yang lebih kuat. Dua tahun setelah nikah kami komitmen dengan FIF. Empat tahun setelah nikah, kami komitmen dengan ACC. Sepuluh tahun setelah nikah kami komitmen dengan BTN. Lalu dengan BAF dan Spektra. Jadi, Komitmen memang harus dilatih agar tetap konsisten atau terjaga.

Pedro Lincalinci
“Pidato” akhir tahun Abah sangat menyentuh. Trenyuh saya membacanya Sepertinya Abah ingin merangkum persaan Abah ke dalam satu kata, IKHLAS,  yg secara nyata sangat susah dilakukan tanpa adanya komitmen dan juga perlu latihan. Saya kemarin memang sengaja tidak ikut serta dalam memilih tulisàn terbaik Abah dalam setahun ini. Karena saya pribadi memang menganggap bahwa semua tulisan Abah baik dan saya sangat menikmatinya. Namun tidak bisa dihindari, bahwa saat menulis, kadang² Abah dipengaruhi suasana hati yg  terlepas dari topik tulisan. Kalau suasana hati pas nyambung dg materi tulisan, maka akan klop. Tetapi.ada beberapa tulisan yg menyiratlan bahwa Abah lagi tidak mood, dan bahkan ogah²an. Artikel “Pesanggarahan Djoyoadhiningrat”, salah satunya. Tulisan tsb sepertinya “hanya” sebatas menggugurkàn janji,  bahwa Abah akan menulis kunjungannya ke makam Kartini, pada kesempatan lain. Kelihatan Abah tidak semangat dalam tulisan itu, dan bahkan tiba² ditutup dengan “paksa” buat menyudahinya. Maturnuwun Abah, insya Allah Abah senantiasa sehat, dan kami akan  selalu menunggu Disway di tahun yad.

Robban Batang
Hobby mungkin dari kata bahasa Arab ‘Hubby’yang artinya hal yang disukai atau dicintai .Dari akar kata hubb,ada yang menjadi Habibi,habib,mahbub dst. Tapi sekarang ada yang takut atau risih dengan kata Habib . Herannya lagi yang takut itu ada yang muslim,yang ajarannya berasal dari Arab dan bahasanya juga bukan Ibrani atau Aramaic.

Disway Reader
Terima kasih abah….setahun penuh sy menjadi pembaca disway tapi sy tidak pernah komentar bahkan ketika abah buat sayembara pun sy menahan diri untuk tidak berkomentar.  Tapi tulisan kali ini sangat emosional.  Pembaca disway termasuk  sy mungkin tidak tahu apa yg abah korbankan untuk bisa tetap menulis.  Semoga abah tetap sehat…aamiin.

Alexs sujoko sp
Saya lari ke Kalimantan. Syukurlah ada perusahaan penjual Alat Berat terbesar di Indonesia buka lowongan. Saya ikut test dan lulus. Tahun 1990 di tempatkan di anak perusahaannya di sebuah Kontraktor Batu Bara terbesar saat ini di Kalimantan Selatan. Syukur dan syukur justru dari sini bisa memicu semangat bisa mencapai keberhasilan. Dari seorang anak SMA bisa menjadi seorang Departemen Head Supply Management, suatu kebanggaan yang luar biasa. Bisa membantu keluarga dari menyekolahkan adik dan mencukupi keluarga. Barokah buat Abah, saya punya komitmentmen juga ke DISWAY, sarapan pagi tidak pernah ketinggalan. Menu wajibnya ya baca DSISWAY. Bersuukur.

Santos Santoso
“Ayah khawatir, kalau kehilangan mbakyumu saja tidak ikhlas bagaimana kehilangan nyawa kelak” . Mak jleb… , inilah kalimat yang saya butuhkan saat ini. terimakasih Pak Dakelan, barokallah

Cahyo Nugroho
Ayah Pak DI luar biasa dapat mewariskan nasehat dan prinsip hidup yang sangat penting dan mendasar. Saya sendiri masih belum yakin apakah sanggup meninggalkan pembelajaran yang berharga buat anak cucu.

Alexs sujoko sp
Tulisan Abah dua hari ini adalah yang paling luar biasa, menutup tahun baru di tulisan kemarin dan tulisan hari ini untuk semangat tahun 2022. Ditambah kisah Kakak Abah mirip – mirip dengan saya. Bapak – Ibu dulu luar biasa karena bekas anak dan menantu lurah yang punya tanah garapan 11 hektar, belum tanah sendiri. Begitu makmurnya saat itu sampai Bapak pensiun. Komitmen besar harus menyekolahkan ke sembilan anaknya setinggi – tingginya sampai semua tanah habis. Tinggal saya yang tidak dapat jatah, padahal sudah diterima di Undip jurusan Tehknik Sipil. Tinggal bayar masuk ……eh uang yang sudah disiapkan dipakai ( diambil ) Kakak buat bangun rumah. Betapa hancur dan sedihnya. Ya sudah dengan semangat mungkin ini pilihan yang terbaik, pilih kuliah atau dua adik tidak masuk sekolah juga. akhhirnya >>>

Parikesit
Kakak lg patah hati, yg sangat berat. Hampir mirip dgn yg saya alami.  Kepergian saya ke Riau juga disulut oleh rasa “ingin melupakan seseorang”.  Ternyata duduk di singgasana peraduan,  bersama pria yg lain, tak sanggup  ku tak sanggup menyaksikan ….

Inay Inay
Tersentak dan tersadarkan, hidup yg dijalani ini dan hasilnya adalah konsekuensi dari rangkaian komitmen. 1. Komitmen di dunia 2. Komitmen menghadapi akhirat Pikiran, perilaku, perbuatan yang dilakukan sehari-hari adalah komitmen 1. Komitmen untuk mengucapkan yang baik-baik.  2. Komitmen untuk mendisiplinkan diri dalam bertindak 3. Komitmen bersikap menyaring informasi positif Komitmen kecil, komitmen besar. Menghasilkan saya yang sekarang ini. Saya sekarang adalah hasil komitmen saya di hari-hari lalu, bulan lalu, tahun lalu.  Ibadah komitmen.  Makan makanan yang baik komitmen.  Teguhkan kami dalam menjalankan komitmen kami Ya Allah. Berikan pula kami keikhlasan untuk menerima hasil komitmen. Bismillahirrohmanirrohim.

Nikimito Hardjo
Belakangan Disway makin membosankan. Lebih banyak cerita pengalaman yang kurang berbobot. Tidak seperti manufacturing hope dulu yang banyak membahas tentang inovasi anak bangsa. Saya sangat berharap di tahun 2022, Disway dapat kembali ke jalan yang benar.

Long Life
Wkwkwk. Kalo dirasa kurang berbobot dan membuat waktu anda jadi tersia-siakan, segera tinggalkan, ga usah baca lagi. Diluaran masih banyak tulisan yang jauh lebih berbobot.  Simple toh.

Aem Doey
Saya jarang komentar. Lebih senang membaca. Bahasanya asik. Cerdik kadang genit, kadang sedikit nakal. Kalau menurut saya. Ini tulisan yg terbaik yg pernah dibuat. Alasannya: – mengungkap alasan lbh rinci Pak Dis berkomitmen – ragam petuah yg menginspirasi – saya membayangkan, artikel ditulis dgn emosi yg membuncah…tanpa gundah apalagi suntuk. – selebihnya anda bisa isi (tahu) sendiri

Nur Iman saputra
Luar biasa..Amazing..ini lah tulisan Disway terbaik menurut saya karena inilah induk dari segala tulisan Disway yg pernah dibuat Abah.  Terima Kasih Abah atas segala ilmunya yg selalu ada dalam tulisan Abah. Insya Allah akan menjadi kebaikan yang terus menerus tanpa putus.

Gianto Kwee
Ikhlas, saya sudah melatih nya lamaaaaa sekali  ! Sejak usia diawal 60 tahun, dimana saat itu saya mendapat sahabat baru yang namanya “Post Power Syndrom” Kusebut sahabat karena begitu dia datang, dia tidak mau pergi, saya diajari Ikhlas dan tetap ber Komitmen Salam

D-D win
Ikhlas harus dilatih, Belajar ikhlas bahwa Timnas Indonesia adalah spesialis Runner-up

Admin Palsu
Alhamdulillah Komitmenku tahun 2021 yg sdh berhasil terlaksana adalah membaca Disway.id tiap hari…Entah hoby entah apa…gak urusan.

Hariri Almanduri
Bicara ikhlas, saya teringat nasehat Rumi “Menghindar dari sesuatu yg menyakitimu malah semakin menyakitimu. Teruslah terluka sampai kau sembuh.”

Biet Wahyo
Ini komen pertama di akhir tahun, kok jadi melow ya Abah Dahlan, semoga nikmat sehat senantiasa “pinaringan” dari Allah SWT..

Yekti Pitoyo
tidak hanya menulis disway yang butuh komitmen dan iklas, sebagai pembaca yang dari awal terbit, 9 feb 4 tahun lali pun juga butuh komitmen. Awal disway terbit tuh selalu penasaran buat baca, karena sebelum tayang biasnya ada tulisan  sinopsis atau bocoran tema oleh redakturnya dikirim ke WA, pagi nunggu tulisan terbit tuh kayak malam minggu nunggu diapelin gebetan. Jadi penasaran pengin segera jam 5 pagi baca disway. Dulu pagi buka WA klik langsung baca. Pernah juga disway punya aplikasinya download di playstore, jadi jejer di HP dg aplilasi medsos fb, wa, dll. Lebih mudah akses. Enjoy lah membaca. Nah komitmen dan keiklasan sebagai pembaca teruji saat ada pembaruan. Malah sulit akses. Katanya sih agar terdeteksi jumlah pembaca disyaw, tapi membuat saya hampir frustasi sebagai pembaca setia diaway sejak edisi pertama terbit. Beberap hari, stiap pagi klak klik sulit akses, duh emosiiii. Mbelgedhes katanya pembenahan manajemen ujung2nya nyusahin pembaca. Syukurlah beberapa waktu kemudian akses baca disway sudah dipermudah bisa baca di FB dan WA lagi. Hebatkan menjaga komitmen dan keiklasan sebagai pembaca setia disway sejak awal terbit, dengan berbagai perubahan cara aksesnya. Semoga tahun 2022 saya masih komitmen menjadi pembaca disway.

Sadewa
Konon suatu saat akan ada komet yg menghantam bumi, merusak jaringan listrik & internet. Saat itu semua karya manusia lenyap dalam sekejap. Tulisan Disway tidak lagi bisa di akses, buku-buku & kitab suci (yg terlanjur tidak dicetak lagi), pun harta/uang yg ada di dompet digital semua hilang. Manusia modern harus sadar bahwa karya-karya mereka yg ditulis di blog tidak akan lebih tahan lama jika dibandingkan karya manusia purba yg ada di gua atau piramida. Semoga tulisan Disway bisa dibukukan, sehingga jika internet nya mati, ilmu yg bermanfaat di tulisan-tulisan itu, tetap bisa dibaca oleh anak cucu kita. Selamat Tahun Baru 2022 (2 tahun lagi ganti presiden)

Nawang Michin
Terbaik Benar2 tersinggung sy hari ini … Ada banyak komitmen yg sy buat … Ada besar ada kecil … Ada yg komit dilaksanakan … Lebih banyak lg yg tidak komit … Mudah2an dgn ketersingungan sy hari ini, ada lebih banyak komitmen yg akan terlaksana …  Selamat tahun baru Abah dan semua pembaca disway …

Jhelang
Oktober 2018 adalah bulan dimana saya mulai bekerja secara profesional lepas dari masa studi yang sangat panjang. Sejak saat itu pula, berarti sudah genap 3 tahun 3 bulan, saya mulai membaca Disway setiap pagi sebagai daily brief– istilah yang sy pinjam dari CIA untuk laporan harian kepada presiden AS. Ini adalah kominmen kecil saya, sangat kecil karena hanya membaca. Saya membayangkan bagaimana komitmen yang begitu besar dari penulis, yang tidak perlu saya sebut namanya. Semoga penulis selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, kebermanfaatan yang lebih, serta dapat lebih memotivasi kaum muda selalu. Di tahun yang baru semoga kita semua mencapai tujuan2 bermakna dalam hidup. Salam.

Kadang eling kadang lali
Dari beribu kata yg ada , yg terpilih adalah kata “Terima kasih” . Terima kasih pak DI , untuk  keterpaksaan , siksaan , atau keikhlasan atau apalah namanya yg pas. Kami mendapatkan kegembiraan baru meskipun kadang dogkol juga karena tidak sepaham, tapi di saat itu juga mendapatkan perspektif yg berbeda.Dari kolom komentar yg di sediakan menambah kelengkapan wawasan  jika pak Priyadi dan KS saling berbalas komentar . Ada gambaran tegas antara Nasionalis dan Islamis meskipun pak DI sering menulis keberhasilan negeri Komunis . Nasionalis, Agama, Komunis  .  Happy New Year !

Robban Batang
Komitmen seperti Istiqomah. Kalau passion lebih ke ghirah,semangat,diserap ke bahasa Indonesia jadi gairah . Ada yang perlu ‘dikorbankan’untuk berkomitmen.Ada rasa sakit,terpaksa tapi tetap dilakukan. Kalau ghirah,semangat karena rasa suka sudah tidak ada lagi rasa terpaksa

Edi Siswanto
saya berusaha komitmen. komitmen untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. sedikit meniru cara Abah. jika istri ngomel cukup di jawab hhmmm… hhmmm… tapi tentu bukan cuma itu saja cara Abah meredam istri, .. yg kita tidak tau. Abah jelas punya jurus lain saat istri bener bener ngomel,… ” nich duit , sana beli gelang “, istripun sumringah. lha ini yang aku gak mampu.

Tukang Nggambar
Jujur harus saya akui, mas Fadil menang telak soal komitmen pertamax. Sebelum mas fadil konsisten/istiqomah menduduki peringkat pertamax di awal2 disway terbit, saya (dgn nama akun lama) cukup sering dpt pertamax meskipun tidak seistiqomah mas fadil. Ketika mas fadil istiqomah pertamax, makin tidak berkomitmen saya untuk mengejar pertamax. Krn bbrp kali berusaha gagal terus. Hanya sekali menang lawan mas fadil dgn komentar singkat “gas”. Ujungnya beribu alasan untuk tidak komitmen, salah satunya alasan sulitnya ngalahin mas fadil. Tp pun setelah mas fadil memutuskan untuk rehat sejenak krn bergesernya waktu subuh di wilayahnya. Ternyata komitmen istiqomah pertamax saya hanya beberapa hari saja. Setelah itu, berbagai alasan (yg kadang masuk akal juga) untuk tidak berkomitmen muncul lagi. Hahaha… Salut mas Fadil dan tentu abah DI, panjenengan semua panutan saya soal komitmen untuk istiqomah. Saya yakin selain dilatih, komitmen itu juga bisa nular. Setidaknya ketika latihan saya kendor, masih ada sisa2 spirit komitmen yang panjenengan tularkan. Hehehe maturnuwun

Fadil Wira Dwi B.
Soal hasil bukan wilayah saya sebenarnya. Yg sy jaga hanya secepat mungkin komen. itu saja. Di awal2 dulu sy selalu kalah juga, tapi berkat kengeyelan, rasa penasaran dan komit sy, seiring berjalannya waktu, lama kelamaan bisa Pertamax juga hehe…

Amat
Wa alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Kalau mau belajar sabar dan ikhlas, belajarlah kpd jomlowan ini: Aat.

Johan
Hari yang melelahkan terbayar dengan membaca artikel Disway penutup tahun yang sangat baik. Saya mengikuti tulisan abah sejak membaca buku Ganti Hati sekitar 13 tahun yang lalu, sebelumnya sesekali membaca artikel abah di Jawa pos. Kekuatan utama menulis abah, topik seberat apapun, bisa disampaikan secara ringan dan menarik, membacanya tidak membuat lelah dan bosan. Banyak orang yang pandai menulis, tapi hanya segelintir yang punya kemampuan mengolah tulisan yang menarik untuk di baca. Abah tidak sekedar peliput peristiwa, tapi juga membawa pesan, menyodorkan solusi, mengajarkan nilai-nilai kehidupan, tanpa terasa oleh pembaca merasa digurui. Pembaca dibuat merasa nyaman, abah dalam menulis selalu memposisikan diri setara dengan pembacanya, tidak ada kesan menyombongkan diri dengan segala pencapaiannya dalam hidup. Jarang mengutip nama besar, dalil-dalil, ayat-ayat, untuk menunjukkan luasnya wawasan, untuk menguatkan opininya. Padahal buku dan kitab yang sudah dibacanya tidak lebih sedikit dari siapapun. Topik hari ini, KOMITMEN, menunjukkan keteguhan abah dalam mengamalkan petuah sang ayah. Sesuatu yang sulit saya capai. Tapi sangat memotivasi saya. Seorang insan yang memiliki banyak kekurangan dan minim prestasi. Menutup lembaran tahun ini, disini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf, untuk semua rekan komentator yang telah saya sakiti hatinya akibat komentar saya. Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya. Akhir kata, menyambut tahun yang baru, mencanangkan resolusi dan target yang ingin dicapai, dengan komitmen yang kuat, ada harapan besar untuk menaikkan taraf kehidupan duniawi dan spiritual menjadi lebih baik. Selamat Tahun Baru 2022 Salam sejahtera dan sehat selalu untuk semuanya. Johan 31-12-2021

(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar