Ketokohan serta kemampuan komunikasi dan lobi politik yang dimiliki Ketua DPC PDIP Gorut Djafar, dinilai mampu menyedot perhatian partai lain untuk bergabung. Sejauh ini ada beberapa partai yang memang terlihat intens melakukan komunikasi dengan PDIP meski belum bersifat formal, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PPP, dan Gerindra.
Gerbong PDIP pada dasarnya sudah terlihat sejak 2015 lalu, dimana terjadi upaya hak angket terhadap Bupati Indra Yasin yang dilakukan DPRD pada saat itu. PDIP menarik diri dari hak angket, bersama sejumlah partai seperti PKS. Nah kedekatan dengan partai-partai ini terus dipupuk hingga kini dan itu berpotensi menjadi satu kekuatan politik besar di Pilkada nanti.
Karena itu bila nanti PDIP mampu menggandeng PPP, PKS dan Gerindra maka ini akan menjadi koalisi gemuk. Karena koalisi ini akan memiliki modal 10 kursi. Modal politik sebesar itu sebetulnya bisa mengusung dua pasangan calon. Karena untuk bisa mengusung satu pasangan calon di Pilkada Gorut, parpol atau gabungan parpol minimal memiliki lima kursi di parlemen.
Namun, kultur politik di Gorut sedikit berbeda dengan daerah lain. Salah satunya, kandidat akan sangat menentukan pembentukan koalisi Parpol. Lahirnya wacana tiga gerbong ini buntut redupnya potensi wacana Indra Yasin-Roni Imran (SINAR) Jilid II.
Sehingga melahirkan perkembangan politik secara sporadis. Delapan partai pendukung SINAR yang tergabung dalam koalisi besar di Pilkada Gorut 2013 lalu, mulai melakukan pemetaan kemana arah politiknya nanti.
“Kita lihat saja, kami masih terus lakukan pengamatan kemana arah koalisi. Figur akan menjadi penentu,†kata Ketua Partai Demokrat Gorut Thamrin Mangindaan. (idm/hargo)
