Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pohon Rimbun Banyak di Tebang Oleh Petugas, Warga Protes!

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 18 Januari 2018 | 09:29 Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo memangkas sejumlah pohon rimbun di beberapa titik di Limboto sejak Selasa (17/1). Banyak warga yang menyayangkan tindakan tersebut namun dari pihak DLH sendiri mengklaim bahwa pohon rimbun tersebut sudah mengganggu aktivitas warga.

Dari Pantauan Gorontalo Post pada beberapa ruas jalan di Kecamatan Limboto memang terdapat beberapa pohon-pohon berukuran besar yang dianggap sudah mengganggu aktivitas warga. Bahkan sudah merusak fasilitas trotoar yang ada di ruas jalan.

Mirlan (46) salah satu warga mengungkapkan jika dirinya sangat menyayangkan para petugas DLH tersebut karena seharusnya keberadaan pohon mesti dilestarikan.

“Kalau panas, tidak tau mau ba sombar dimana,” jelas Mirlan. Adapun pohon yang ditebang, tambahnya, seharusnya adalah pohon yang berpotensi roboh, bukan pohon yang masih produktif.  Hal senada juga diungkapkan Asdah, warga Hepuhulawa.

Dia menuturkan bahwa keberadaan pohon sangat diperlukan untuk mencegah pemanasan, terutama global warming. Pasalnya, selama ini pula pemerintah selalu menggiatkan penanaman pohon. Justru anehnya mereka sendiri yang menebangnya.

Kepala Bidang Kebersihan RTH dan SDA, DLH Kabgor, Syafrudin Pulukadang, mengungkapkan, jika pihaknya tidak melakukan penebangan secara menyeluruh, namun hanya melakukan pemangkasan ranting pohon yang berada ada di poros jalan.

“Jadi kita dari DLH melakukan pembersihan dikarenakan ada yang pohon-pohon yang sudah mengganggu arus lalu lintas sehingga kita melakukan pemangkasan dan sekali lagi itu bukan penebangan,” ujar Syafrudin.

Dirinya juga menambahkan jika pemangkasan yang dilakukan petugas lingkungan hidup, selain di jalan Depan SMP 1 Limboto, namun juga di tempat lainnya. “Ada beberapa titik yang menjadi prioritas kami karena kondisi pohon yang sudah sangat mengganggu,” tutup Syafrudin yang ditemui di lokasi.(tr-56/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar