Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polda Gorontalo Sita 13 Unit Mobil Mewah, Terkait Investasi Bodong

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 30 Desember 2021 | 17:05 PM Tag: , , ,
  Barang bukti mobil mewah yang telah diamankan oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) di Mapolda Gorontalo, yang berkaitan dengan kasus investasi ilegal. (Foto: Zulkofli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Gorontalo akhirnya menetapkan status tersangka dan melakukan penahanan terhadap oknum anggota Polisi berinisial AY bersama istrinya SB, dalam perkara dugaan kasus investasi ilegal.

Selain menahan pasutri tersebut, Dit Krimsus juga telah mengamankan 13 kenderaan roda 4 dan 4 unit kenderaan roda 2 yang saat ini tengah berada di Mapolda Gorontalo sebagai barang bukti hasil kejahatan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Krimsus Polda Gorontalo Kombes Pol Deni Okvianto S.I.K., S.H., M.H, dalam gelaran Konferensi Pers akhir tahun 2021 yang digelar di ruang Titinepo Polda Gorontalo pada Kamis (30/12/2021).

Barang bukti mobil mewah yang telah diamankan oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) di Mapolda Gorontalo, yang berkaitan dengan kasus investasi ilegal. (Foto: Zulkofli Polimengo/HARGO)

“Jadi pelaku AY sudah ditetapkan tersangka pada tanggal 15 Desember 2021, dan selanjutnya pada tanggal 16 Desember 2021 sudah dilakukan penahanan. Kemudian setelah pemeriksaan saksi dan alat buktinya kuat, ada keterkaitan antara pelaku AY dengan istrinya tersangka SB sehingga pada tanggal 23 Desember dialkukan penangkapan, kemudian selanjutnya penahanan dilakukan sejak 24 Desember 2021. Jadi tersangka AY dan Istrinya tersangka SB keduanya sudah dilakukan penahanan,” jelas Kombes Pol Deni Okvianto S.I.K., S.H., M.H.

Lebih lanjut Dir Krimsus juga menerangkan, terkait barang bukti yang disita menurutnya itu cukup banyak. Ia menyebutkan diantaranya terkait dokumen-dokumen yang merupakan bukti-bukti  serta kwitansi-kwitansi dari para member yang nantinya untuk pembuktian alat bukti.

“Kemudian ada juga hasil kejahatan berupa benda bergerak, seperti jam tangan kemudian alat elektronik, kenderaan bermotor roda empat sebanyak 13 unit, dan roda 2 sebanyak 4 unit. Selain itu ada juga yang masih berada di kota lain seperti yang di Jakarta. jadi itu kita titipkan karena tidak mungkin saat itu kita langsung bawa ke Gorontalo,” terang Kombes Pol Deni Okvianto S.I.K., S.H., M.H..

Dir Krimsus juga menambahkan, dimana terkait benda yang tidak bergerak, dalam hal ini seperti berupa bangunan, menurutnya masih perlu dimintakan izin khusus penyitaan ke pihak pengadilan, karena pihaknya mesti terlebih dahulu mengumpulkan bukti yang sangat kuat terkait dengan bagaimana proses mendapatkan peralihan hak-hak tersebut. (***)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 8.619 times, 1 visits today)

Komentar