Selasa, 27 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polemik Nelayan Boalemo Berakhir Islah, Ini Kata Ketua HNSI

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:05 Tag: , , , , ,
  Polemik Nelayan Boalemo Berakhir Islah

Hargo.co.id, GORONTALO – Polemik yang melibatkan sejumlah nelayan di Boalemo, dengan salah satu pengusaha kapal ikan di Daerah ini, akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak memilih islah, melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi II DPRD Boalemo, pada Kamis, (11/08/2022).

RDP yang dipimpin langsung oleh Koordinator Komisi II, Lahmuddin Hambali tersebut, menghadirkan semua pihak terkait. Tak terkecuali unsur Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boalemo, Polairud Polres Boalemo, dan pihak TNI-AL Boalemo.

Ketua Karateker Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Boalemo, Frait Danial, yang menghadiri langsung upaya Problem Solving (mediasi) itu, mengapresiasi semua pihak yang telah berhasil memecahkan persoalan atas dugaan pengrusakan jaring milik pengusaha kapal ikan terkait.

“Saya selaku Ketua HNSI Boalemo, tentunya bangga dengan keputusan bersama ini, terima kasih kepada Ketua DPRD Boalemo dan jajaran DPRD Boalemo lainnya, DKP, TNI-Polri, teman-teman pengusaha kapal, dan para nelayan yang telah menyelesaikan ini dengan bijak,” tuturnya.

Ia berharap, kejadian ini tak terulang. Adapun terkait usulan rumpon ke DKP dari pihak legislatif menyikapi persoalan ini, menurutnya adalah langkah tepat. Yang mana, hal ini kata dia, dapat menunjang pendapatan para nelayan ke depan, guna peningkatan ekonomi keluarga.

“Saya pribadi mengapresiasi usulan tersebut. Pastinya, kami dari HNSI Boalemo, akan selalu berkolaborasi dengan seluruh lintas sektor terkait, guna memperjuangkan hak-hak dan kepentingan nelayan di Daerah ini,” cetus salah satu pengusaha kapal ikan di Boalemo tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Boalemo, Riko Djaini berkata, RDP yang digelar tersebut, merupakan tindaklanjut dari RDP 3 Hari lalu, guna menyelesaikan persoalan yang terjadi di tengah sejumlah nelayan tuna, asal Paguyaman Pantai.

“Alhamdulillah semua pihak hadir dan pokok masalahnya mendapatkan solusi. Terkait kesepakatan yang dibangun pada RDP kali ini, tentunya menjadi kewajiban kami selaku Anggota DPR yang mendapat legitimasi dari rakyat,” ujarnya.

Upaya tersebut lanjutnya, merupakan upaya bersama, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan ke depan. Apalagi, masalah yang menyeret para nelayan tersebut, sempat terlapor di Mapolres Boalemo.

“Tapi, patut disyukuri, karena mediasi yang kita tempuh tak sia-sia, telah ada titik terang. Dari pihak Polair dan TNI-AL, juga merespon dengan baik. Tentunya ini cukup luar biasa, yang harus kami ucapkan terima kasih,” ujar Anggota Banggar DPRD Boalemo ini.

Kendati demikian kata dia, terkait bantuan rumpon sendiri, tetap mengedepankan mekanisme, dan melihat skala prioritas. Kemungkinan kata dia, dua rumpon yang akan dibantu awal untuk para nelayan itu. Ini melihat mereka yang datang sekitar 20 orang pada RDP tersebut.

“Jadi, mungkin ini akan dibentuk dua kelompok mereka yang datang tadi. Saya juga sudah sampaikan ke Kadis DKP. Anggarannya dari mana, ya kalau memang dari DKP tak mampu menampung itu, kami akan tetap mendorong lewat upaya aspirasi dari DPRD,” katanya.

Intinya kata Riko Djaini, pihaknya akan berupaya. Kalau pun tidak terakomodir dalam APBD Perubahan tahun ini, maka hal tersebut akan menjadi skala prioritas pada APBD induk 2023.

“Nah, di samping ini berproses, kami minta masyarakat juga menahan diri. Jangan lagi melakukan hal yang menimbulkan masalah. Jangan sampai kesepakatan kita hari ini menjadi sia-sia. Artinya, mohon bersabar, sambil menunggu realisasi bantuan,” ia berpesan.

Terpisah, Kapolres Boalemo, AKBP Deddy Herman, S.I.K, melalui Kasat Polair, IPTU Darli Sitinjak, yang dimintai keterangan oleh awak media ini, membenarkan adanya laporan masuk terkait dugaan pengrusakan jaring rumpon di perairan laut Paguyaman Pantai.

“Benar, masalahnya sudah dilaporkan oleh salah satu pengusaha kapal ikan yang ada di Boalemo. Tapi, mediasi tadi berkesimpulan, supaya kejadian ini tidak terulang lagi. Ada harapan juga kepada pihak DKP dari para nelayan, yang mendapat respon baik,” kunci IPTU Darli Sitinjak.(*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 203 times, 1 visits today)

Komentar