Rabu, 1 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Boalemo Ungkap Tambang Liar di Wonosari

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Minggu, 1 Januari 2023 | 04:05 Tag: , , , , ,
  Alat berat eksavator milik pengusaha yang diduga kuat, dipakai menambang liar di Wilayah Kecamatan Wonosari-Boalemo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dugaan adanya Pertambangan liar tanpa izin, yang mencemari sungai Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, benar adanya.

Penambangan emas secara ilegal, pelan-pelan mulai diungkap oleh Polres Boalemo. Alat berat milik pengusaha, langsung diamankan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di Desa Sari Tani, Kecamatan Wonosari.

banner 728x485

Tak tanggung-tanggung, Kapolres Boalemo Boalemo, AKBP. Deddy Herman, S.I.K, melalui anak buahnya, langsung melingkar alat berat tersebut, menggunakan Police Line.

“Benar, ada alat yang kami Police line. Tindakan yang kami lakukan untuk menertibkan PETI di Wilayah Sari Tani,” ungkap dia ke wartawan, pada Sabtu, (31/12/2022).

Namun, AKBP. Deddy Herman kemudian meluruskan kabar beredar, yang mana, seolah-olah penambangan liar tersebut, berada di Kawasan Hutan Lindung Nantu.

“Lokasi PETI itu bukan di Wilayah Hutan Nantu. Itu di Desa Sari Tani, di Sungai Paguyaman. Jadi bukan di Hutan Nantu,” jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Deddy Herman, mengimbau warga tak melakukan penambangan ilegal. Apalagi jika itu dilakukan pakai alat berat.

“Saat ini kami masih fokus pengamanan Natal dan Tahun Baru. Nanti setelah ini, kami akan ekspos terkait PETI tersebut,” tandasnya.

Seperti diberitakan oleh Hargo.co.id beberapa waktu lalu, diduga kuat ada aktivitas pertambangan liar yang mencemari sungai Paguyaman. Ini melihat warna air sungai yang selalu keruh, meski bukan musim hujan.

“Kalau warnanya cokelat ini, mungkin ada kaitan dengan penambangan. Misalnya penambangan pasir, juga penambangan lain di hulu sana kan, tapi saya belum simpulkan begitu. Karena saya belum bisa memastikan,” ujar Kades Tangkobu, Nirwan Lapindji, pada Senin, 07/03/2022 lalu, saat berbincang dengan awak media ini. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 130 times, 1 visits today)

Komentar