Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Polres Gorontalo Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan di Bandara Jalaluddin 

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 26 Mei 2022 | 02:05 Tag: , ,
  Ilustrasi. Bandara Djalaludin Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sun Biki terhadap petugas keamanan (Avsec) Bandara Jalaluddin Gorontalo, Roland Mointi (30), Selasa 24/05/2022.

KBO Reskrim Polres  Gorontalo, IPDA. M. Ammar Edwin Saputra mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut tadi malam sekitar pukul 21.00 Wita. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengumpulkan alat bukti dan barang bukti

“LP (Laporan Polisi) nya baru kita diterima semalam. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan guna mengumpulkan alat bukti dan barang bukti,” kata IPDA. M. Ammar Edwin Saputra saat dihubungi Hargo.co.id, Rabu (23/5/2022).

Dirinya mengatakan, pihaknya masih akan mengundang terlapor untuk dimintai keterangan terkait laporan tersebut.

“Kami juga baru akan melakukan undangan klarifikasi terlebih dahulu. Laporannya baru masuk soalnya itu. Kami masih akan mengklarifikasi dulu itu kasus,” Katanya menerangkan.

Sebelumnya, Roland Mointi, seorang petugas keamanan Bandara Djalaluddin Gorontalo melapor ke Polres Gorontalo terkait kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya saat bertugas di bandara Jalaluddin Gorontalo.

Dugaan penamparan yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita tersebut pada bermula disaat Roland Mointi yang merupakan Anggota Avsec Bandara Djalaluddin Gorontalo memeriksa barang bawaan milik seorang anggota DPRD provinsi Gorontalo berinisial SB.

SB diketahui akan menaiki pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Jakarta. Kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Pemeriksaan barang bawaan milik SB dilakukan setelah mesin X-Ray Security menunjukkan adanya barang bawaan yang didalamnya berisi cairan.

Roland Mointi kemudian diperintahkan oleh supervisor melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cairan tersebut berbahaya atau tidak. Sebelum melakukan pemeriksaan barang bawaan, supervisor mengaku telah menyampaikan ke salah satu staf DPRD dan diizinkan.

Roland Mointi mengatakan, saat dirinya sedang melakukan pemeriksaan barang, SB datang sambil marah-marah dan bertanya kenapa barangnya dibongkar. Menanggapi pertanyaan tersebut, Roland Mointi mengatakan bahwa dirinya hanya diperintahkan oleh supervisor untuk memeriksa barang bawaannya tersebut sebab ada cairan yang diduga berbahaya.

“Saya jelaskan, kalau bapak tidak ingin diperiksa seperti ini tolong jangan bawa barang seperti ini. Tapi beliau tak terima dan bertanya mana Kabandaramu (Kepala Bandara)? Suru datang ke sini dia. Lalu saya tanya, bapak siapa? Sebab saya tidak tahu kalau beliau anggota DPRD. Saat saya sedang memeriksa, dia langsung menampar wajah saya,” kata Roland Mointi.

Roland Mointi mengaku, tidak mengetahui jika barang yang diperiksanya merupakan milik anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Setelah mengalami tindakan penganiayaan tersebut, dirinya langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke atasannya.

Sementara itu, SB saat dikonfirmasi terkait hal tersebut memastikan tidak melakukan penamparan kepada Roland Mointi. Dalam rekaman audio yang diterima Hargo.co,id, SB mengatakan bahwa dirinya hanya mengibaskan tangannya di depan wajah Roland Mointi.

SB menjelaskan, setibanya di Bandara Djalaluddin Gorontalo, barang bawaannya memang diurus oleh stafnya yang turut mendampingi. Mendengar barang bawaannya dibongkar oleh petugas di bagian pemeriksaan X-Ray. Dirinya lantas menuju ke tempat pemeriksaan barang untuk mempertanyakan alasan pembongkaran barangnya.

“Waktu barang saya di periksa, saya tanya, kenapa ini sudah dibongkar tanpa sepengetahuan saya. Kemudian Roland ini bilang, siapa ngana?,” kata SB menirukan ucapan Roland Mointi.

Mendengar perkataan Roland Mointi yang bertanya ‘siapa ngana’ tersebut, kata SB, dirinya kemudian mengibaskan tangan di hadapan wajah Roland Mointi. Menurutnya, petugas bandara tidak seharusnya bertanya dengan menggunakan kalimat seperti itu.

“Jadi saya bikin begini dia,” kata SB sambil menirukan gerakan tangan seperti yang dilakukannya kepada Roland Mointi saat berada di Bandara Jalaluddin Gorontalo.

“Bukan pukul, bukan tempeleng, tidak kena juga. Lain kali jangan begitu saya bilang, cuma itu. Ada saksi-saksi di situ, ada samua, petugas. Kan kalau saya pukul dia, dia pasti melawan. Saya hanya menepis dengan tangan saja,” kata SB. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 116 times, 1 visits today)

Komentar