Prioritas Anggaran-Program Prorakyat

×

Prioritas Anggaran-Program Prorakyat

Sebarkan artikel ini
Kampanye dialogis pasangan HATI yang berlangsung di Desa Saritani- Pangea, Boalemo.

GORONTALO, Hargo.co.id – Mewujudkan kesejahteraan rakyat Gorontalo menjadi tekad pasangan Hana Hasanah Fadel Muhammad-Tonny S. Junus (HATI). Sejalan hal itu, pasangan bernomor urut 1 tersebut memprioritaskan pengganggaran dan program yang benar-benar prorakyat.

Cagub Hana Hasanah Fadel Muhammad mengemukakan, ketika pasangan HATI diberi amanah memimpin Provinsi Gorontalo, maka arah kebijakan pembangunan lebih diorientasikan dan diprioritaskan pada kepentingan serta kebutuhan rakyat.

Meliputi sektor pertanian, perikanan-kelautan, pendidikan, kesehatan, akses tranportasi terutama di daerah kantong-kantong produksi serta pusat-pusat perekonomian masyarakat. Termasuk pembangunan rumah layak huni hingga pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.

“Untuk Mahyani pasangan HATI telah menyiapkan 10 ribu unit untuk warga tak mampu. Begitu pula pertanian, kita akan menyiapkan sarana produksi seperti benih dan pupuk. Perikanan-kelautan, kita akan fasilitasi para nelayan dengan perahu katinting serta budidaya rumput laut,” ungkap Hana Hasanah Fadel Muhammad.

Lebih lanjut Hana Hasanah Fadel Muhammad menegaskan, sejalan dengan program prorakyat, pengalokasian anggaran juga akan ditujukan untuk pembiayaan program/kegiatan sesuai kebutuhan rakyat.

“Pasangan HATI akan mengalokasikan setiap desa/kelurahan Rp 300 juta. Alokasi anggaran itu ditujukan untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di desa/kelurahan,” kata mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu.

Dan yang tak kalah penting, memastikan anggaran yang dialokasikan terserap maksimal. Jangan sampai anggaran yang dialokasikan tak termanfaatkan maksimal dan akhirnya kembali ke kas Negara. Contohnya, pada 2015 lebih kurang SILPA Rp 170 miliar dari alokasi infrastruktur yang tak selesai.

Menurut Hana Hasanah, bila anggaran tersebut dialokasikan untuk rakyat miskin dan petani maka bisa membangun jalan tani sepanjang 170 kilometer. Atau rumah layak huni sebanyak 8.500 rumah dengan Rp 20 juta per rumah, atau modal untuk sarjana produktif 17 ribu sarjana dengan modal Rp 10 juta per sarjana.

“Atau 35 ribu ibu-ibu rumah tangga modal usaha dengan Rp 5 juta per ibu rumah tangga. Hanya saja anggaran tersebut harus kembali ke kas Negara,” tandas Hana Hasanah.(san/hargo)