Program NKRI, Tol Laut Mudahkan Ternak Sapi Gorontalo ke Kaltim 

×

Program NKRI, Tol Laut Mudahkan Ternak Sapi Gorontalo ke Kaltim 

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim meninjau pengangkutan ternak sapi oleh Kapal Tol Laut KM. Camara Nusantara 5 di Pelabuhan Kwandang, Rabu (09/10/2019). (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kehadiran Kapal Motor (KM) Camara Nusantara 5, di Pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara, Rabu (09/10/2019) ternyata tak hanya mempermudah transportasi orang dan barang, namun pengiriman ternak asal Gorontalo juga lebih efektif dan efisien.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, bahwa program peternakan memang menjadi sektor unggulan pasangan Nyata Karya Rusli-Idris (NKRI). Sejak awal pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie- Idris Rahim memimpin Provinsi Gorontalo, sudah menargetkan swasembada daging sapi, dan kambing. Ia melihat salah satu yang potensial untuk dikembangkan di Gorontalo, adalah peternakan, selain sektor pertanian dan perikanan.

Gorontalo didukung dengan hijauan yang luas, maka pakan sapi secara alami sudah tersedia. Potensi itu, yang kemudian diintervensi melalui program pemerintah. Setiap tahun, dalam tujuh tahun terakhir kurang lebih 1.000 ekor bibit sapi diadakan dan dibagikan kepada kelompok-kelompok peternak di Provinsi Gorontalo.

Setiap ternak sapi yang diberikan, harus dikembangbiakan, sehingga jumlah populasi sapi terus bertambah. Data Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, populasi ternak sapi di Gorontalo saat ini mencapai 242.527 ekor, jumlah ini meningkat setiap tahunya.

Jika melihat populasi sapi pada tahun 2013 hanya ada 174 ribu, tahun 2014 terdapat 192 ribu ekor, tahun 2015 terdapat 199 ribu dan tahun 2017 mencapai 227 ribu ekor. Capaian angka populasi ternak sapi di Gorontalo bisa dilihat dengan banyaknya pasar ternak di Gorontalo, bahkan lapak-lapak daging sapi mudah ditemui.

“Banyak program yang kita kucurkan untuk peternak. Dan ini memang prioritas pak Gubernur, petani-petani di desa itu diberikan sapi untuk di kembangkan,” kata Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo Mulyadi D Mario.

Ternak sapi di Gorontalo, menjadi salah satu tolak ukur tingkat kesejahteraan masyarakat, makin banyak populasi sapi yang dimiliki, makin tinggi status kesejahteraan.

“Makanya masyarakat miskin itu prioritas mendapat bantuan ternak,” tambahnya.

Selain pengadaan bibit sapi, Pemerintah juga mengucurkan program upsus siwab atau sapi indukan wajib bunting.  Sejauh ini, upsus siwab telah ada 16.800 akseptor.

“Program Siwab ini adalah inseminasi buatan.Dan semua dibiayai pemerintah, petugas IB dibiayai, sapi yang susah bunting disuntik hormon dan gratis,” terang Mulyadi.

Tidak heran kata dia, populasi sapi di Gorontalo terus meningkat. Karena ‘stok’ yang melimpah, maka Gorontalo menjadi pemasok sapi di Kalimantan.

“Pasar sapi itu sangat terbuka di kalimantan. Dan Gorontalo itu sudah jadi pasar tradisional kalimantan. Sehingga pengiriman itu rutin dilakukan ke Kalimantan,”katanya.

Kini, proses pengiriman ternak sapi ke Kalimantan sudah sangat mudah, sebab menggunakan Kapal Tol Laut yang merupakan program Presiden Joko Widodo. Dengan Tol Laut yang memanfaatkan KM Camara Nusantara, maka pengiriman sapi ke Balikpapan, Kalimantan Timur, langsung melalui pelabuhan Kwandang.

Sebelumnya, para pengusaha peternakan sapi, paling banyak mengirimkan ternak sapi melalui pelabuhan buol, tolitoli, atau pelabuhan pantoloan di Palu. Biaya sangat mahal, belum lagi memiliki resiko yang tinggi.

“Alhamdulillah KM Camara yang merupakan tol laut ini, melayani rute Kwandang – Balikpapan, sehingga pengiriman lebih mudah,”ujar Mulyadi.

Triwulan terakhir 2019, Gorontalo target mengirimkan 5 ribu ekor sapi ke kalimantan. Tahap pertama yang berlangsung, Rabu (9/10) kemarin, sebanyak 165 ekor sapi Gorontalo di ‘ekspor’ ke Kalimantan.

“Pengiriman dengan tol laut ini merupakan pertama kali. Dulu kalau kirim ke Balikpapan itu, melalui darat ke Palu, atau  Boul kemudian menggunakan kapal kayu ke balikpapan.  Resiko ternak mati dan kurus itu bisa saja terjadi, yang dikirim 10, bisa saja tersisah 7 atau 8 ekor,” katanya.

Dengan tol laut, seluruh kebutuhan ternak sapi disediakan, termasuk dokter hewan, tol laut juga menyiapkan asuransi.

“Alhamdulillah di era Pak Rusli (Gubernur,red) sudah semakin maju,kapal khusus ternak yg dilengkapi kandang yang representatif, dengan jaminan ketersediaan pakan dan air selama perjalanan sehingga ternak nyaman dan di awasi oleh dokter hewan selama perjalanan, sapinya diasuransikan,” ujar Mulyadi.

Terpenting juga, lanjut Mulyadi adalah pengiriman melalui tol laut lebih murah, bahkan bisa menghemat Rp 500 ribu per ekor.

“Melalui kapal kayu ongkosnya mencapai Rp 1,2 juta per ekor, tapi tol laut hanya Rp 7 ratus ribu, lebih hemat,” tandasnya.

Wakil Gubernur Idris Rahim meresmikan pelayaran perdana tol laut Kwandang-Balikpapan, kemarin. Ia melihat sejumlah fasilitas ternak di atas kapal, seperti penyesuaian suhu ideal bagi sapi, tenaga perawat kesehatan sapi, serta tempat pakan dan minum yang didesain khusus untuk kenyamanan ternak sapi.

“Dengan berbagai fasilitas ini tentunya bobot sapi tidak akan berkurang sehingga ini menjadi keuntungan bagi pedagang sapi antar pulau,” kata Wagub Idris Rahim.

Ia berharap operasionalisasi kapal yang disubsidi oleh pemerintah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peternak sapi di Gorontalo. Dengan harga sapi di Balikpapan yang sangat menguntungkan serta ditunjang oleh sarana transportasi yang murah dan terjamin, Idris berharap kesejahteraan para peternak sapi di Gorontalo akan semakin meningkat.

“Sesuai informasi, sapi yang harganya Rp10 juta di Gorontalo, di Balikpapan harganya bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta. Tentunya ini sangat menguntungkan, sehingga itu pengiriman perdana hari ini jangan sampai menjadi pengiriman terakhir,” tegas Idris.

Nahkoda KM. Camara Nusantara 5, Ahmad Kingkin Taufiq mengutarakan, kapal yang dinahkodainya tersebut melayani rute Gorontalo, Balikpapan, Palu, Samarinda, dan kemudian kembali Gorontalo. Rute tersebut akan ditempuh dengan perjalanan selama dua minggu. KM. Camara Nusantara 5 memiliki kapasitas angkut sebanyak 500 ekor sapi.

“Jadi kami akan berada di Gorontalo dua kali dalam sebulan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Gorontalo agar kami selamat tiba di tujuan dan kembali lagi ke Gorontalo,” tutup Ahmad. (gp/hg)