Hargo.co.id, GORONTALO – Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia Rachmad Gobel, berharap bila keindahan yang dipancarkan oleh lampu dari Menara Pakaya bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan ke Gorontalo. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, Rachmad mengatakan hal ini bisa meningkatkan perekomonian masyarakat.
Rachmad sendiri sudah memikirkan bagaimana caranya agar perekonomian masyarakat di sekitar Menara Pakaya bisa meningkat. Salah satunya dengan melakukan pembenahan.
Rachmad berencana akan menjadi salah satu bagian menara yang berada di lantai 2 untuk dijadikan cafe. Nantinya, cafe tersebut akan menjual kopi dan pisang goreng khas Gorontalo. Selain itu, di lokasi itu juga akan dijadikan tempat memamerkan kain Kerawang serta kue Kerawang khas Gorontalo.
“Nanti lantai 2 nya saya akan perbaiki untuk menjadi cafe. Tapi jualnya cuma kopi pinogu dan pisang goreng khas Gorontalo saja. Lalu akan ada butik juga untuk memamerkan kain Kerawang serta kue Kerawang,” ucap Rachmad,” Jumat (22/2/2019)
“Jadi orang datang bukan hanya sekedar foto-foto, tapi juga bisa mencicipi kuliner Gorontalo dan melihat kerajinan asli Gorontalo,” lanjutnya.
Selain itu, Rachmad juga akan meminta izin pada Nelson untuk merapikan taman yang berada di sekitar Menara Pakaya. Rachmad mengatakan dirinya tidak akan memindahkan PKL yang berjualan di sekitar menara, namun dirinya hanya akan menata supaya terlihat lebih rapi.
“Nanti PKL itu jangan digusur, biarkan saja berjualan disitu, tapi harus ditata supaya lebih rapi. Jadi wisatawan yang datang bisa jajan disitu sambil melihat Menara Pakaya,” sebut Rachmad.
Utusan Khusus Presiden untuk Jepang itu yakin, Menara Pakaya akan menjadi ‘landmark’ baru bagi Gorontalo. Selain itu, menara yang diresmikan pada tahun 2003 tersebut akan menghidupkan perekonomian masyarakat setempat.
“Saya yakin Menara Pakaya ini akan menjadi ‘landmark’ baru bagi Gorontalo. Masyarakat sekitar juga akan mendapatkan dampak ekonomi dari wisatawan yang datang,” pungkasnya. (adv)
