Hargo.co.id – Kreativitas karang taruna Brumbun, Wungu, Madiun ini patut diapresiasi. Demi menyulap kampung menjadi desa wisata, kawula muda wilayah tersebut menelurkan gagasan cerdas berupa tubing adventure. Mereka memanfaatkan Lereng Wilis yang memiliki sungai dengan aliran yang cukup deras. Kondisi itu cukup tepat untuk memacu adrenalin dengan cara menyusuri sungai sepanjang 200 meter.
Kades Brumbun Sugeng Pranggono menuturkan, wisata baru tersebut menjadi wahana bermain favorit anak-anak desa setempat sejak diluncurkan awal bulan lalu. Dengan riang, mereka menikmati sensasi mengapung di atas ban bekas. Mereka juga gembira saat mandi di bawah pancuran air terjun yang segar. ’’Untuk sementara, wisata alam masih terbatas untuk anak-anak,’’ katanya.
Selama menyusuri sungai di Desa Brumbun, mata pengunjung juga dimanjakan hijaunya pemandangan alam. Mulai area persawahan, rindangnya pemandangan Lereng Wilis, hingga air sungai yang cukup jernih. ’’Sekali jalan, bisa dengan menggunakan satu rakit berisi enam ban. Jadi, pengunjung bisa tubing beramai-ramai,’’ ungkap Sugeng.
Karena digagas kawula muda, pihak pemerintah desa (pemdes) setempat tidak sulit mempromosikan wisata alam itu. Sebab, kawula muda cukup paham dan tanggap terhadap teknologi informasi. ’’Informasi pun akhirnya cepat menyebar melalui dunia maya,’’ ucapnya.
Sementara itu, destinasi air terjun tersebut sebenarnya merupakan bocoran sungai yang menjadi objek utama tubing. Meski hanya setinggi 3 meter, gemercik air air terjun bisa menghapus penat. Air terjun itu merupakan bocoran aliran sungai kecil yang kembali jatuh ke sungai besar di bawahnya. ’’Anak-anak juga betah berlama-lama jeguran (mandi, Red) di air terjun,’’ ujar Sugeng.
Sambil menunggui putra-putri yang asyik bermain air, para orang tua bisa duduk santai di warung. Hingga kini, sedikitnya sudah terdapat tiga warung yang didirikan masyarakat setempat. Warung-warung tersebut menawarkan menu masakan khas ndeso yang sesuai dengan teduhnya alam di Lereng Wilis. ’’Siapa yang tidak ngiler setelah berbasah-basahan, lalu menyantap tempe mendoan, jemblem, dan ikan bakar?’’ tuturnya.
Wisata tubing menjadi program andalan Desa Brumbun. Sebab, dari sana pemuda desa tersebut memiliki kegiatan yang positif. Setidaknya, terdapat 24 pemuda yang mengelola desa wisata itu. ’’Jadi, pendapatan bisa digunakan untuk biaya sekolah. Dengan begitu, PAD-es (pendapatan asli desa, Red) juga meningkat,’’ tuturnya.(jpg/hargo)
