Kamis, 20 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rejeki Boy

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Rabu, 5 Januari 2022 | 10:05 AM Tag: , , ,
  Rejeki Boy - DISWAY

Oleh : Dahlan Iskan

“Mungkin memang sudah rejekinya Boy Thohir”.

Itu bukan guyon. Kalimat itu diucapkan Menko Luhut Binsar Panjaitan di depan presiden, para menteri, gubernur, bupati, dan investor. Yakni saat Menko Marves itu berpidato di acara dimulainya pembangunan kawasan industri hijau di pantai Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

“Sebelumnya kami tidak tahu siapa pemilik tanah kawasan ini. Ternyata milik Boy Thohir,” kata Luhut.

Itulah ciri khas Luhut: blak-blakan. Tidak ada yang disembunyikan. Toh orang juga tahu. Luhut tampak sangat tangkas di umurnya yang 74 tahun. Bukan saja bicaranya, juga gerak tubuhnya. Ia sudah bangkit dari kursinya menuju podium sebelum MC selesai mengundangnya. Lalu berjalan setengah berlari. Salamnya juga simpel, yang cara Islam saja. Kata-katanya tegas dan jelas.

Luhut juga realistis. Di samping soal tanah tadi juga soal waktu. “Sejak tahun 2015, proyek ini seperti telur dan ayam. Muter-muter terus,” katanya. “Investor PLTA menunggu industrinya dibangun. Investor industri menunggu listrik,” tambahnya.

Maka, kata Luhut, harus dilakukan terobosan. “Sebelum PLTA jadi, sementara menggunakan PLTS dan PLTU,” katanya.

Demikian juga soal pabrik baterai. Luhut sangat realistis. “Pabrik baterai yang akan dibangun di sini tidak hanya yang berbahan baku nikel. Sudah ada teknologi non-nikel yang lebih unggul,” tambahnya.

Luhut melapor ke presiden bahwa investor yang hadir di acara itu adalah investor yang serius. Termasuk yang sudah nyata-nyata mau membangun smelter nikel di Sulawesi Tengah. “Ada 10 investor Tiongkok yang hadir di sini, semuanya investor serius,” katanya.

Pidato Boy Thohir juga singkat dan padat. Boy memang bisa jadi jaminan proyek ini bukan kaleng-kaleng. Ia baru saja selesai membangun PLTU 2 unit masing-masing 1000 MW di Batang, Jateng: itu proyek sekitar Rp 30 triliun. Yang di pinggir utara jalan tol antara Pekalongan-Semarang itu.

Boy juga sedang membangun proyek besar di Kaltara yang engineering-nya dilaksanakan oleh salah satu BUMN –sejak sebelum kabinet ini.

“Saya juga sudah bicara dengan Pak TP Rahmat dan Pak Edwin Soeryadjaya. Kami akan merehabilitasi 5.000 hektare hutan bakau di sini,” katanya. Dua nama itu adalah partner Boy Thohir di PT Adaro, produsen batu bara terbesar di Indonesia.

Di acara minggu lalu itu hanya ada pidato Boy dan Luhut. Lalu pidato Presiden Jokowi. Tidak ada pidato dari pejabat daerah –Bupati Bulungan maupun Gubernur Kaltara.

Di lokasi acara tampak sudah ada berderet solar cell baru. Rupanya belum ada listrik di situ. Pengeras suara dan komunikasi dilistriki dari solar cell itu.

Wartawan Disway Kaltara Khajjah Rohmah, datang ke acara itu lewat darat. Dia bersama pejabat daerah ke sana. Naik mobil dari Tanjung Selor. Selama 3 jam. Tanjung Selor adalah ibu kota Kabupaten Bulungan, sekaligus ibu kota Provinsi Kaltara.

Presiden Jokowi tiba di lokasi dengan helikopter. Demikian juga Boy dan para menteri. Lokasi ini memang jauh dari mana-mana.

Apalagi lokasi PLTA-nya nanti. Makanya membangun PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di hulu Sungai Kayan itu sulit. Juga sangat mahal. “Biayanya bisa USD 10-15 miliar,” ujar Luhut. Itu berarti sekitar Rp 150 triliun. Untuk PLTA-nya saja.

Bandingkan dengan PLTU 2000 MW milik Boy tadi. Yang ”hanya” Rp 30-an triliun.

Dari segi waktu juga beda jauh. Perkiraan saya, PLTA Kayan itu baru akan selesai 10 tahun lagi. Itu pun baru yang 600 MW. Untuk bisa lebih dari itu perlu membangun PLTA lagi di lokasi lebih hilirnya.

Itu mirip proyek Asahan di Sumut. Yakni di hulu Sungai Asahan. Yang mendapat aliran air dari Danau Toba.

PLTA Asahan-1 –yang paling dekat Danau Toba– berkapasitas 600 MW. Listriknya dialirkan khusus untuk pabrik aluminium milik Jepang di pantai Tanjung Balai.

Itulah yang membuat pabrik aluminium Jepang tersebut berhasil: dapat listrik murah. Padahal tidak ada bahan baku aluminium di Asahan.

Listrik murah lebih menentukan daripada bahan baku –pun bila harus didatangkan dari luar negeri.

Pola Asahan itu yang kelihatannya akan dipakai di KIPI Kaltara. Menurut Boy Thohir, di KIPI juga akan berdiri pabrik aluminium. Tentu orang bertanya-tanya: dari mana bahan bakunya. Itu tidak penting. Yang penting listrik murahnya.

Apa itu KIPI? Saya juga baru tahu: Kalimantan Industri dan Pelabuhan Internasional. Pun sebelum saya hafal singkatan itu kini diganti menjadi Kawasan Industri Hijau Indonesia disingkat KIHI.

“Ini kawasan industri hijau terbesar di dunia,” ujar Boy.

Tentu kalau PLTA-nya sudah jadi kelak. Terutama kalau sudah dibangun Kayan 2 dan 3.

Di Asahan sendiri, belakangan, sudah dibangun PLTA Asahan 2 dan 3. Posisinya beberapa kilometer di hilir Asahan 1. Yang listriknya untuk masyarakat Sumut –lewat PLN.

Pabrik aluminium Jepang itu sendiri kini sudah sepenuhnya milik BUMN: PT Inalum.

Di PLTA Kayan 1 nanti tentu tidak akan mengulang Asahan 1. Yang semua listriknya untuk industri. Desa-desa di sekitar Asahan 1 gelap gulita. Dalam kontrak jual-beli listrik Kayan 1 nanti, bisa disisihkan beberapa sendok listrik untuk masyarakat sekitar.

Saya pun menerima beberapa pertanyaan dari masyarakat di Kaltara: apakah proyek ini akan jadi?

Saya justru balik bertanya: “Kenapa ada pertanyaan seperti itu,” tanya saya.

“Tahun 2015 Presiden juga meresmikan proyek besar di Kaltim. Sampai sekarang tidak jadi,” katanya.

Saya tahu itu: proyek kereta api. Tepatnya kereta api batu bara. Mungkin juga, yang dimaksud itu, kawasan ekonomi khusus Maloy. Yang sangat tersendat. Yang akan ada pabrik semen Tiongkok di situ. Juga akan ada pabrik metanol milik grup Bakrie.

Tapi yang di Kaltara ini, kelihatannya, urusannya bisa lebih simpel: hanya perlu berurusan dengan satu orang pemilik tanahnya. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Jilid Tiga

Lisa
Mandi,sarapan terus berangkat daftar,siapa tau terpilih,kwkwkw

Aryo Mbediun
Sik sik alon2 mbak. Baju’nya dipake dulu. Biar panitia nggak grogi.

Cimut
Jadi teringat ada yg mau jadi komisioner OJK periode 2022. Sejak awal tahun 2021 udah bikin tim and lobby2 sana sini and profilnya dibagusin.. Lobby Tim seleksi akan dilakukan ybs sendiri, sebab bbrp anggota tim seleksi adalah satu circle. Utk lobby anggota DPR diserahkan tim dan profiling  anggota DPR komisi XI. Kalau secara pendapatan, Ndak akan cukup gajinya utk biayain lobby2. Tp tenang….. ada bohir mpy kepentingan dg OJK yg mau membiayai….. So ….. Betul kata orang…… Daripada duit abis utk modal ternak ayam atau bebek mending utk modal ternak orang yg ngebet jadi pejabat …

Tan Reader
Ojk hanya menerbitkan ‘surat efektif’ dan itu bukan ijin, bukan suatu seleksi bahwa produk itu layak jual, bukan pula garansi bahwa produk itu bener… Hanya mengetahui dalam bentuk surat efektif bahwa produk itu sudah didaftarkan ke ojk.  Makanya.. ojk layak lepas tangan dari setiap permasalahan di layanan itu.

Aryo Mbediun
Lha ini yg saya khawatirkan. Srigala berbulu domba. Sri rama berjiwa rahwana. Nasi pecel berkuah soto. Blendrang kentang dibuat bergedhel. Sangat membagongkan.

Er Gham Reader
Masukan untuk pengawasan OJK (bank dan non bank), jangan sekedar verifikasi produk baru pada saat awal. Namun jadilah ‘mistery shopper’ jika produk baru tersebut telah di-launching di pasar. Beli dan gunakan produk yang ditawarkan. Ikuti semua prosesnya. Ini supaya tidak kebobolan seperti kasus pinjol yang sampai presiden juga ikut berkomentar. Kalo hanya pengawasan di awal, pemilik produk akan memanfaatkan kelemahan regulasi yang dibuat OJK. Mereka biasanya lihai MENGAKALI setiap regulasi OJK. Mereka sudah tahu ‘lubang-lubang’ pada pasal pasal dalam regulasi. Jadilah mistery shopper dan beli produknya. OJK bisa kerjasama dengan pihak ketiga. Jika hanya melakukan verifikasi di awal dan review tahunan, OJK bakal kebobolan terus.

Buzzer NKRI
Unit link di awal-awal muncul memang lumayan menguntungkan sempat ambil unit link di salah satu asuransi,  hanya bayar selama 7 tahun pertama setelah sekitar 15 tahun asuransi saya tutup dan uang hasil unit link yg saya tarik setara dg premi 7 tahun yg saya bayarkan alias dapat 15 tahun asuransi gratis,  rugi bunga bank yg nilainya tidak seberapa tapi jaman sekarang kebanyakan unit link boncos bukannya naik hasil investasi malah minus

Aji Muhammad Yusuf
Itu ide yang luar biasa hebat pak. Jadi cukup beli tanah, di buat tempat karoke. Atau apartemen. Jangan mau di arahin pak dahlan iskan untuk masuk ke OJK. Yang ada karena keterbatasan malah di sembelih orang pas di pucuk (haha).

Axl ngix SUYOTO ARY FIANTO
Investasi terbaik di dunia Beli tanah dan  Tambah istri

Daryanto Warjono
Selama masih bisa tik tok.an tidak Masalah walapun tanpa Tiko. Toh semua yang lolos dari Tiko belum tentu lolos dari DPR. Karena OJK adalah daging banyak buaya yang akan mengincarnya. Dan semua orang banyak yang suka daging daripada sayuran. Walapun katanya sayuran lebih sehat tapi daging lebih nikmat. Gratis pendaftarnya slebihnya tidak tahu. Tapi saya yakin pak Dahlan setahu tahunya karena pak Dahlan tidak mengatakan “anda sudah tahu”

Sri Wasono Widodo
Ketika masih kecil, guru ngaji Saya mengatakan bahwa ikut asuransi haram dengan alasan alup-alup (berharap) kematian. Ketika sudah agak besar, Saya sering mendengar tetangga menyebut dengan AS* RANSI, karena sulitnya mengambil klaim. Sekarang Saya jadi korban salah satu lembaga asuransi, karena tidak dapat mengambil klaim bertahun tahun. Tetapi Saya tetap berharap semua lembaga asuransi di Indonesia lebih profesional ke depan.

Juve Zhang
Pengangguran: pagi pak saya melamar jadi bos OJK, S1 Inggris,S2 Rusia, S3 US. Pewawancara: hebat! Tapi syarat utama Tahan Sogokan, anda sanggup?. Pengangguran : Siap pak! Kalau ada yg nyogok dibawah 10 M saya tolak, antara 10_50M saya diskusikan sama istri, kalau 50_100 M tanya mertua,si embah pokok nya harus aman! Diatas 100 M gak usah tanya sana sini langsung sikat!. Pewawancara; menimbang S3 anda diterima jadi office Boy menyediakan kopi buat bos bos OJK. Pengangguran : Siap pak jadi Barista kopi saya ahlinya formula Jessica Wongso saya sudah punya, sekali minum terbang ke surga !! Pewawancara: Hah! Terakhir anda kerja di mana? Pengangguran: saya dinas di RS Jiwa.bagian  jaga toilet.

ChAn Reader
Next drama… Asuransi diawasi ketat… ECF-nya  (Equity Crowd Funding) mbledos. Lha wong G.I.G.O.  Karena yang terpilih “menikmati” jabatannya, lalai lainnya.

Mbah Mars
Investasi emas saja Pak: Mas Liam ! Tetapi kadar emasnya yg 24 karat ya. Jangan cuma yg sekarat. Hehehe…

Novi Yuliani
Pa, Mohon bantuan informasi perihal terkait reksadana Pan Arcadia Capital sudah 2 tahun kami ingin mencairkan dana kami , tetapi tidak dapat dilakukan , dana kami masih ada di KSEI ttp tidak dapat dicairkan , sudah melalui upaya jalur hukum tetapi keliatan berjalan di tempat , reksadana ini ber OJK dan diawasi oleh badan badan terkait pengawas pemerintahan , tetapi juga tetap bermasalah. Di mana kami dapat mencari keadilan?

Aat
Menurut Satgas Waspada Investasi OJK, praktik-praktik Investasi Bodong telah merugikan masyarakat sekitar 117,4 triliun selama 10 tahun terakhir. Sumber: Kontan.co.id

Botol Cuil
soundtrack nya kurang menjiwai bah… kalo maju tak gentar…. kan membela yg benar cucoknya lagu alo alo bandung… mari bung rebutan balung

Sadewa
Ketika Unit Link ditawarkan melalui Bank, jadilah Perusahaan Asuransi semakin mudah menangkap “buruannya”, semudah berburu di Ragunan. Pemilik Bank yg pengen untung besar, juga akan membuat Perusahaan Asuransi sendiri, ditawarkan kepada nasabahnya sendiri, sehingga keuntungan makin geude, makin berlipet masuk kantongnya sendiri. Ketika nasabah ingin claim ? (anda lebih tahu). Banyak masyarakat yg tidak sadar/belum tahu bahwa umumnya unit link dibayar 5 tahun, tahun pertama duit ilang 80%, (80% ilang untuk biaya akuisi, 20% sisanya untuk Investasi), tahun kedua duit ilang 70%, tahun ketiga duit ilang 60% dst baru ditahun ke 6, duit full untuk “Investasi”. Ketika nasabah masih hidup di tahun ke 6, ingin menarik dana unit link nya, mereka merasa sangat rugi krn uang yg ia setorkan selama 5 tahun, mungkin tinggal tersisa separuhnya, seperempatnya, sepertiganya atau kurang dari itu. Masyarakat perlu lebih di edukasi, bahwa Asuransi bukan instrument Investasi, Asuransi adalah proteksi/perlindungan. Jadi dalam kasus unit link tadi, nasabah akan untung jika ia meninggal di tahun pertama saat beli Asuransi. Baru bayar 10 juta, ahli waris dapat 1 Milyar (misalnya). Nasabah pasti akan rugi jika tahun ke-6 menarik dana unit linknya.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Komentar