Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rekonstruksi Penembakan Dir Tahti Polda Gorontalo Berlangsung Ketat

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 31 Maret 2022 | 20:05 Tag: , , ,
  Situasi rekonstruksi kasus penembakan AKBP Beni Mutahir S.I.K di kediaman tersangka, Kamis (31/03/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar rekonstruksi kasus penembakan yang menewaskan seorang perwira menengah, Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) AKBP Beni Mutahir S.I.K, Kamis (31/03/2022).

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Hargo.co.id, rekonstruksi dengan penjagaan yang cukup ketat itu, digelar di tempat kejadian perkara (tkp) yaitu rumah tersangka yang berlokasi di Jalan Mangga, RT 02/RW 5, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, dengan menghadirkan tersangka RY dan RTY, Istri Tersangka RY serta sejumlah saki lainnya.

Dalam rekonstruksi tersebut didapatkan ada 19 adegan yang diperagakan oleh tersangka maupun saksi, mulai dari awal mula beberapa saat sebelum hingga sesudah peristiwa naas itu terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Gorontalo, Kombes Pol Nur Santiko S.I.K yang ikut dalam rekonstruksi tersebut mengungkapkan hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian adegan yang dilakukan pelaku maupun saksi, dan menyamakan persepsi antara penyidik dengan jaksa penuntut umum (jpu).

“Jadi tujuannya untuk memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya seperti apa, serta menyamakan persepsi dari pihak penyidik dan jpu. Untuk adegan penembakan, nanti Kabid Humas Polda Gorontalo yang akan menerangkan semuanya dalam Konferensi Pers, yang jelas kami dari Krimum Polda Gorontalo hari ini menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Dir Tahti Polda Gorontalo, AKBP Beni Mutahir,”ungkap Kombes Pol Nur Santiko S.I.K.

Menurut informasi yang diperoleh, dalam rekonstruksi yang memperagakan 19 adegan hingga terbunuhnya AKBP Beni Mutahir S.I.K itu, pihak penyidik maupun jpu tidak menemukan adanya fakta baru, namun begitu proses jalannya rekonstruksi itu berlangsung aman, lancar dan tertutup dengan pengawalan yang ketat.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 110 times, 1 visits today)

Komentar