Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu tokoh perempuan Gorontalo yang pernah berkiprah di kanca nasional, yakni Reyna Usman, menyempatkan waktu bertatap muka dengan sejumlah kalangan di Boalemo, Ahad (19/3/2023).
Reyna menjelaskan, tujuan dirinya ke Boalemo adalah untuk bersilaturahmi dengan para kerabatnya.
“Sebenarnya tujuan saya ke Pohuwato untuk ziarah makam pada pekuburan keluarga. Namun, ada agenda yang tak kalah penting pula di Boalemo, yaitu mampir dan bertatap muka dengan para kerabat di Boalemo,” ujar Reyna.
Pertemuan Reyna bersama kerabatnya berlangsung di salah satu rumah makan di Tilamuta. Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan. Ada tokoh masyarakat Smuel Buntuang, Iswan Hamzah, Soewitno Kadji, Gusman Suai, Pendamping Desa, hingga para kaum milenial.
Kepada Hargo.co.id, Reyna mengaku senang, karena mendapat sambutan yang cukup baik di Boalemo. Ia menegaskan, pertemuan tersebut semata-mata untuk merajut silaturahmi. Berhubung pula, saat ini memasuki bulan Ramadan 2023.
“Jadi, pertemuan hari ini tak lain adalah silaturahmi. Senang rasanya bisa bertatap muka dengan masyarakat dan saudara saya di Boalemo. Memang sering saya kesini sejak dulu,” kata mantan Staff Ahli Menaker-RI tersebut.
Dalam penyampaiannya, Reyna berpesan kepada semua elemen, agar sama-sama menjaga stabilitas, baik keamanan dan ekonomi pada umumnya. Dengan begitu, suplai, baik barang dan jasa maupun SDM, terintegrasi menuju kesejahteraan.
“Saya memantau, jangan sampai pengangguran di Boalemo jadi tinggi. Begitu juga kemiskinan ektrim. Tapi memang kita tahu, bahwa Provinsi Gorontalo termasuk Daerah yang terdampak ekonominya akibat Covid-19,” katanya.
Reyna Usman berkata, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, perlu memaksimalkan sektor potensial. Misalnya perkanan dan pertanian. Ini kata dia, adalah bagian terpenting yang tak terpisahkan dengan Boalemo sejak dulu.
“Apalagi sejak dulu daerah ini (Boalemo), juga dikenal dengan perikanannya. Nah, persoalannya sekarang ada faktor-faktor yang kemudian membuat ini tidak maksimal. Oleh karena itu, perlu untuk duduk bersama,” tutur Reyna Usman.
Apabila hasil produksi masyarakat menurun lanjut Reyna, maka otomatis daya beli juga akan ikut berkurang. Bagaimana mungkin masyarakat membeli kebutuhan atau barang-barang, sementara penghasilan ekonominya berkurang.
“Jadi memang kondisi seperti ini harus kita pulihkan bersama. Harus ditumbuhkan kembali kreativitas masyarakat, apapun potensi yang dimiliki daerah, harus dikelola dengan baik untuk kemakmuran,” tandas Reyna Usman.(*)
Penulis: Abdul Majid Rahman
