Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rp 170 Miliar Bantuan Sosial Untuk Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 21 Maret 2018 | 14:00 PM Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Pemerintah tak tanggung-tanggung mengucurkan anggaran untuk program sosial. Tahun ini, alokasi dana untuk sosial terbilang cukup besar. Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Gorontalo mencatat ada Rp 170 Miliar bantuan untuk program sosial di Gorontalo.

Angka itu itu terdiri dari Rp 42 Miliar untuk program Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD), Rp 119 Miliar untuk program PKH dari pemerintah pusat, dan Rp 8,9 Miliar program bantuan Beras Sejahtera (Rastra).

“Berbagai program ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari bapak Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan wakil Gubernur Idris Rahim untuk memberikan perhatian kepada warga miskin Gorontalo. Program ini diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah,” terang Kadis Sosial Risjon Sunge usai menghadiri Temu Akbar 6000 Relawan Sosial di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Selasa (20/3).

Menurut Risjon, Data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), masih ada lebih kurang 109 Ribu Kepala Keluarga (KK) miskin di Gorontalo. Data tersebut yang akan terus diintervensi dengan program bantuan oleh OPD terkait, salah satunya melalui dinas yang ia pimpin.

“Arahan bapak Gubernur (Rusli Habibie,red) agar semua OPD memperhatikan data ini. Sehingga bantuan benar benar tepat sasaran, tepat hasil dan tepat guna. Khusus untuk program BPNTD melalui kartu NKRI Peduli memang angkanya baru 35 Ribu KK miskin, ke depan kami berharap bisa terus naik,” terang Risjon.

Adapun rincian alokasi bantuan sosial untuk tahun 2018 yakni BPNTD untuk 35 Ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan Rastra untuk 89 Ribu KPM dan 63 Ribu KPM untuk penerima program PKH.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, program pemerintah tujuanya untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga pihaknya akan terus mengucurkan anggaran untuk program yang pro rakuat. Memang, lanjut Rusli angka masyarakat miskin masih cukup banyak.

Untuk menurunkan angka kemiskinan bukan pekerjaan mudah, butuh kerja capat dan cerdas dalam menentukan kebijakan. Melalui program BPNT-D, Rusli yakin angka kemiskinan akan berkurang. Apalagi, program serupa juga dilakukan kabupaten/kota. “Sehingga keroyokan dalam menangani kemiskinan,”terang Rusli Habibie. (tro)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar