Rabu, 1 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sadis! Kakek di Gorontalo Bacok Seorang Petani Hanya Gegara Kelapa

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 10 Januari 2023 | 16:05 Tag: , , ,
  Ilustrasi pembacokan/ist

Hargo.co.id, GORONTALO – Sungguh sadis yang dilakukan oleh Wahab. Kakek 64 tahun asal desa Balahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo ini membacok seorang petani hanya karena buah kelapa yang dipikulnya jatuh karena tak sengaja disenggol oleh petani tersebut.

Informasi yang dihimpun Hargo.co.id dari Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo, Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Teladan, Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin, (9/1/2023) sekitar pukul 17.00 Wita.

banner 728x485

Kejadian bermula saat wahab dalam perjalanan pulang dari kebunnya sambil memikul buah kelapa menggunakan pelepah daun kelapa. Di tengah perjalanan, tersangka berpapasan dengan korban yang belakangan teridentifikasi bernama Adam Puloli (47).

Karena kondisi jalan yang sempit, Adam yang saat itu membawa sebuah tangki penyemprot rumput sedikit menghindar dan memberi ruang lebih besar kepada Wahab, agar tidak mengenai kelapa yang sedang dipikul korban.

Meski sudah berusaha menghindar, tangki yang dibawa Adam tak sengaja menyenggol kelapa yang saat itu dipikul oleh tersangka. Hal tersebut membuat buah kelapa yang sedang dipikul jatuh ke tanah. Tongkat tersangka juga ikut terlepas.

Tidak terima dengan hal itu, spontan tersangka langsung mencabut sebilah parang dari dalam sarungnya yang terikat dipinggang kiri dan langsung mengarahkan ke arah korban dengan menggunakan tangan kanannya.

Posisi korban yang saat itu masih tepat berada disamping tersangka, terkena parang dibagian paha sebelah kanan dan membuatnya jatuh tersungkur ke tanah. Tak sampai disitu, tersangka kembali mengayunkan parangnya ke arah perut korban. Refleks, korban langsung menahan parang tersebut menggunakan kedua tangannya hingga terluka.

Tersangka kemudian berkata kepada korban dengan menggunakan bahasa daerah Gorontalo “dila rugi jailate,” yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia “tidak rugi kalau kamu tidak mati,”.

Perkataan itu dibalas korban dengan bahasa daerah juga “Mohila ambungu wau toolemu uwty” (saya minta maaf sama kamu) kata korban dengan mengulangnya sebanyak tiga kali.

Usai melakukan aksinya, korban kemudian kembali ke rumah dan membawa buah kelapa dan tongkatnya. Sesampainya di rumah, korban menyimpan parang tersebut di dalam gubuknya, dan langsung menuju ke rumah keluarganya di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Selang beberapa saat, petugas kepolisian dari Polres Limboto yang telah menerima informasi terkait kejadian langsung menjemput tersangka dan mengamankannya ke Mapolres Gorontalo.

“Benar, kejadiannya kemarin sore. Saat ini tersangka sudah kita amankan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Gorontalo, IPTU Agung Gumara Samosir saat dihubungi Hargo.co.id, Selasa (10/1/2023).

Korban saat mendapatkan penanganan medis, Senin, (9/1/2023). (Foto: Istimewa)

Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan medis akibat luka di bagian paha kanan serta tangannya. Sementara itu, akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.(***)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 104 times, 1 visits today)

Komentar