Kamis, 26 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 539 ASN di Kabupaten Gorontalo Masuk Daftar Penerima Bansos, Kenapa Bisa? 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo , pada Minggu, 10 April 2022 | 02:05 Tag: , , ,
  Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat menghadiri pasar murah Di kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Rabu (6/4/2022). (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo membenarkan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial (Bansos) pada 2021 kemarin. Dirinya mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya sementara melakukan perbaikan data setelah dirinya meminta Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo untuk melakukan pemeriksaan apakah terdapat ASN yang sudah menerima bantuan sosial.

“Saya sudah mengecek itu, memang benar. Saya tidak tahu kenapa mereka bisa masuk. Maka segera mereka ini kita ganti. Sejak tahun ini sudah tidak masuk lagi,” kata Nelson Pomalingo saat diwawancarai di rumah jabatan bupati.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena pihak kelurahan maupun desa tidak memasukan data yang valid saat mengusulkan daftar Penerima Bantuan sosial tersebut. 

“Apalagi itu setiap tahun dilakukan validasi. Tapi malah informasi ini nanti kita didapatkan dari pusat, padahal data ini dari kita,” ungkapnya.

Nelson Pomalingo juga menyesalkan tindakan para ASN tersebut. Seharusnya, kata dia, para ASN tersebut segera melaporkan ketika mengetahui mereka masuk dalam daftar penerima bantuan. Saat ini, kata Nelson Pomalingo, mereka sementara melakukan pemeriksaan apakah para ASN itu telah menerima bantuan tersebut atau belum.

“Saya sudah suruh periksa. Sudah berapa bulan mereka mengambil itu. Mestinya dari awal mereka melaporkan dan mestinya dari awal mereka keluar. Ini menunjukkan mereka tidak punya itikad baik,” kata Nelson Pomalingo.

Dirinya mengaku belum memutuskan konsekuensi apa yang akan diterima oleh para ASN itu jika benar telah menerima bantuan sosial. Hal tersebut akan diputuskan kemudian sambil menunggu hasil pemeriksaan yang saat ini tengah dilakukan.

“Kalau konsekuensinya akan kita lihat lagi perkembangannya. Intinya ini sudah kita putuskan,” katanya menandaskan.

Sebelumnya, Dinas Sosial telah mengeluarkan sebanyak 798 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari daftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) per bulan maret 2022. Dimana, 539 orang diantaranya adalah ASN. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 76 times, 1 visits today)

Komentar