Terutama dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump. Dalam sesi kampanyenya, Trump kerap melontarkan pernyataan-pernyataan pedas terkait dengan Islam dan warga muslim. Salah satunya adalah melarang orang Islam memasuki Amerika.
Pernyataan-pernyataan Trump itu ibarat menambah bensin di atas bara. Islamofobia kembali muncul di AS. Masjid yang dikunjungi Obama tersebut sudah dua kali mendapat ancaman sepanjang tahun lalu.
Kepada para pengunjung yang hadir, Obama menguraikan sejarah penduduk muslim di Amerika.
Dia menegaskan bahwa bapak bangsa AS Thomas Jefferson secara khusus menyebutkan warga muslim saat berbicara tentang hak berupa kebebasan beragama di Amerika.
Gara-gara itu, lawan-lawan Jefferson menuding bahwa dia adalah muslim. Obama yang seorang Kristiani juga dituduh telah menjadi muslim secara diam-diam oleh oposisi.
’’Jadi, saya bukan yang pertama,’’ ungkap Obama yang disambut gelak tawa peserta.
Obama meminta penduduk muslim Amerika menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya agar tidak disamakan dengan militan Islamic State (IS) atau ISIS.
Dia juga mengatakan kepada kerumunan anak yang ikut dalam acara tersebut bahwa suatu saat nanti mereka juga bisa menjadi presiden AS.
Obama menegaskan agar pemuda-pemudi muslim tidak memedulikan pandangan dunia yang mengharuskan mereka memilih antara patriotisme dan keyakinan.
’’Kalian layak di sini. Kalian bukanlah seorang muslim atau seorang warga Amerika. Kalian adalah warga muslim dan warga Amerika,’’ tegasnya.
Salah satu contoh yang menunjukkan hal tersebut adalah Ibtihaj Muhammad. Pemain anggar itu akan menjadi atlet olimpiade AS pertama yang mengenakan hijab.
