Ekonomi

Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya

×

Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya

Share this article
Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya
Aktivitas pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Ummul Hair/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Gorontalo dan Bone Bolango menunjukkan perbedaan pada pekan ini.

Berita Terkait:  BRI Branch Office Tanah Abang Gelar Simulasi Business Continuity Management untuk Perkuat Kesiapan Menghadapi Situasi Darurat

Komoditas utama seperti cabai, bawang merah, dan tomat tercatat lebih mahal di Pasar Rabu Bone Bolango (Bonbol) dibandingkan Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Di Pasar Sentral, cabai dijual sekitar Rp55.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, dan tomat Rp10.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Baru Menikah? Begini Cara Menyatukan Gaya Keuangan Berdua

Sementara di Pasar Rabu Bone Bolango, harga cabai mencapai Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, dan tomat Rp13.000 per kilogram.

Selisih harga cabai dan bawang merah mencapai Rp5.000 per kilogram, sedangkan tomat terpaut Rp3.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Membangun Bisnis Sejak Kuliah: Kisah Mahasiswa BINUS @Bandung Kembangkan Potensi sebagai Entrepreneur

Meski tidak terlalu jauh, perbedaan ini cukup dirasakan pembeli, karena ketiga komoditas tersebut merupakan bahan utama dalam kebutuhan dapur sehari-hari.

Pedagang cabai di Pasar Sentral, Nurhayati Abdullah, mengatakan harga masih bertahan karena pasokan dari daerah pemasok belum sepenuhnya stabil.

Berita Terkait:  Holding Perkebunan Nusantara Kembangkan Kompetensi SDM, PT Industri Karet Gelar Fokus pada English Training

Menurutnya, jumlah barang yang masuk ke pasar memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

“Kalau kiriman banyak, harga biasanya turun. Sekarang stoknya belum terlalu banyak, jadi harga masih seperti ini,” ujarnya.

Berita Terkait:  Navigasi Regulasi Sektoral di Indonesia: Panduan Penting bagi Pendiri Asing yang Masuk ke Pasar 2025

Sementara itu, pedagang bawang merah di Pasar Rabu Bone Bolango, Rahmat Hidayat, menilai perbedaan harga dipengaruhi oleh sistem hari pasar dan ongkos distribusi.

Ia menyebut lonjakan pembeli saat hari pasar tidak selalu diimbangi dengan pasokan barang yang memadai.

Berita Terkait:  Tren Gaya Hidup Sehat, Cermati Protect Tawarkan Solusi Cerdas Hadapi Kenaikan Biaya Medis

“Kalau hari pasar, pembeli ramai sekali. Tapi barang yang datang kadang terbatas, jadi harga sedikit lebih tinggi dibanding di kota,” katanya.

Di sisi lain, pembeli mulai menyiasati kondisi tersebut dengan membandingkan harga sebelum berbelanja dalam jumlah besar. Siti

Berita Terkait:  Kolaborasi TJSL Antar-BUMN, SUCOFINDO Dorong Pemerataan Pendidikan melalui Program Literasi Negeri di Nusa Tenggara Timur

Aminah, warga Bone Bolango, mengaku kini lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Menurutnya, selisih beberapa ribu rupiah per kilogram cukup berdampak jika membeli dalam jumlah banyak.

Berita Terkait:  Perusahaan Dihadapkan pada Tantangan Implementasi ESG yang Terukur, LindungiHutan Hadirkan SustainabiliTree sebagai Solusi Lingkungan yang Lebih Relevan

Warga berharap ketersediaan pasokan tetap terjaga agar harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan, terutama menjelang masa meningkatnya kebutuhan masyarakat.(Mg-06)