Ekonomi

Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya

×

Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya

Sebarkan artikel ini
Selisih Harga Bumbu Dapur di Kota Gorontalo dan Bonbol, Ini Pemicu Utamanya
Aktivitas pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Ummul Hair/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Gorontalo dan Bone Bolango menunjukkan perbedaan pada pekan ini.

Berita Terkait:  Menjelang Akhir Tahun, JTT Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Jalan Tol Jakarta–Cikampek

Komoditas utama seperti cabai, bawang merah, dan tomat tercatat lebih mahal di Pasar Rabu Bone Bolango (Bonbol) dibandingkan Pasar Sentral Kota Gorontalo.

Di Pasar Sentral, cabai dijual sekitar Rp55.000 per kilogram, bawang merah Rp45.000 per kilogram, dan tomat Rp10.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Hisense TV RGB-MiniLED Jadi Layar Resmi IBC Piala Dunia FIFA 2026™: Presiden FIFA Uji Langsung Sistem VAR

Sementara di Pasar Rabu Bone Bolango, harga cabai mencapai Rp60.000 per kilogram, bawang merah Rp50.000 per kilogram, dan tomat Rp13.000 per kilogram.

Selisih harga cabai dan bawang merah mencapai Rp5.000 per kilogram, sedangkan tomat terpaut Rp3.000 per kilogram.

Berita Terkait:  Janji Jiwa Berkolaborasi dengan RACH? Musisi Muda Kreatif dan Multitalenta

Meski tidak terlalu jauh, perbedaan ini cukup dirasakan pembeli, karena ketiga komoditas tersebut merupakan bahan utama dalam kebutuhan dapur sehari-hari.

Pedagang cabai di Pasar Sentral, Nurhayati Abdullah, mengatakan harga masih bertahan karena pasokan dari daerah pemasok belum sepenuhnya stabil.

Berita Terkait:  Bittime Hadirkan Flash Staking dengan APY Hingga 20%, Rayakan Bitcoin Pizza Day

Menurutnya, jumlah barang yang masuk ke pasar memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.

“Kalau kiriman banyak, harga biasanya turun. Sekarang stoknya belum terlalu banyak, jadi harga masih seperti ini,” ujarnya.

Berita Terkait:  Holding Perkebunan Nusantara Mulai Musim Giling Tebu 2026, SGN Operasikan 33 Pabrik Gula di Seluruh Indonesia

Sementara itu, pedagang bawang merah di Pasar Rabu Bone Bolango, Rahmat Hidayat, menilai perbedaan harga dipengaruhi oleh sistem hari pasar dan ongkos distribusi.

Ia menyebut lonjakan pembeli saat hari pasar tidak selalu diimbangi dengan pasokan barang yang memadai.

Berita Terkait:  Masih Sepi Pengunjung, Pasar Sentral Gorontalo Kembali Dikeluhkan

“Kalau hari pasar, pembeli ramai sekali. Tapi barang yang datang kadang terbatas, jadi harga sedikit lebih tinggi dibanding di kota,” katanya.

Di sisi lain, pembeli mulai menyiasati kondisi tersebut dengan membandingkan harga sebelum berbelanja dalam jumlah besar. Siti

Berita Terkait:  Immigration Lounge Hadir di PIK Avenue, Layanan Publik Kini Menyatu dengan Gaya Hidup Modern

Aminah, warga Bone Bolango, mengaku kini lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Menurutnya, selisih beberapa ribu rupiah per kilogram cukup berdampak jika membeli dalam jumlah banyak.

Berita Terkait:  KAI Daop 2 Bandung Imbau Pelanggan Patuhi Aturan Barang Bawaan

Warga berharap ketersediaan pasokan tetap terjaga agar harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan, terutama menjelang masa meningkatnya kebutuhan masyarakat.(Mg-06)