Hargo.co.id TURKI – Presiden Recep Tayyip Erdogan memberi hadiah sepeda untuk anak pengungsi Suriah berusia enam tahun bernama Hasan H. Sabtu setelah video seorang pedagang menghempaskan tubuh kecil anak pengungsi itu ke tanah dan menyebabkan kemarahan publik di Turki.
Pada hari Kamis, sebuah rekaman video tentang seorang pedagang di provinsi Izmir barat Turki membanting ke bawah tubuh anak pengungsi Suriah karena diduga anak itu bersama teman-temannya mengejeknya dan mendorong kereta dagangannya, dirilis. Sejak itu Video tersebut telah banyak dibagikan di media sosial, dengan banyak orang mengecam bahwa pedagang itu harus mendapat hukuman untuk tindakannya.
Pada hari Sabtu, Gubernur İzmir Mustafa Toprak melakukan kunjungan ke rumah anak Suriah tersebut untuk menjenguknya dan menyampikan salam dari presiden Turki bersama hadiah sebuah sepeda untuk Hasan. Keluarganya juga diberi bantuan pakaian, sepatu dan produk perawatan bayi.
Toprak mengatakan bahwa sikap penduduk setempat terhadap pengungsi pada umumnya sangat damai, penuh kasih, ramah sampai hari ini, dan menyatakan lebih lanjut bahwa peristiwa tertentu tidak bisa mewakili kota secara keseluruhan. Gubernur juga meyakinkan bahwa keluarga anak pengungsi tersebut akan dukungan keuangan dan sosial dari pemerintah Turki.
Ibu Hasan Rava H. mengatakan bahwa keluarga mereka menetap di Turki setelah melarikan diri dari kota Aleppo Suriah yang dilanda perang empat tahun lalu, dan mereka telah tinggal di Izmir selama tiga tahun terakhir.
Setelah mengetahui bahwa Hasan dan saudara-saudaranya tidak bersekolah, Toprak memberi instruksi agar anak-anak tersebut bisa segera bersekolah.
Mengacu pada hari itu saat dia dihempaskan ke bawah oleh pedagang itu, Hasan mengatakan, “Saya benar-benar takut dan tidak memberitahu siapa pun tentang kejadian itu, saya ingin berterima kasih kepada presiden atas hadiah ini.†Ia menambahkan bahwa ia sudah memaafkan pedagang tersebut untuk tindakannya.
Insiden ini dilaporkan terjadi di pasar İzmir saat Kemeralti (bazaar) pada hari Kamis. Musa S., 35, yang bekerja sebagai pedagang makanan dilaporkan diganggu oleh anak pengungsi Suriah berusia antara 5-6 tahun dan teman-temannya selama beberapa hari sebelum kejadian tersebut.
Pada hari kejadian, Musa S. melaporkan mengatakan bahwa anak itu mendekati kereta dorongnya lagi, dan mendorong-dorong keretanya, serta memukul seorang wanita. Tersangka mengatakan bahwa itu adalah gangguan terakhir, yang membuatnya mengejar anak itu. Setelah memukul anak itu ke bawah, tersangka menghadapi reaksi negatif yang sangat keras dari orang-orang di sekitar.
Tersangka kemungkinan diadili karena menyebabkan cedera yang disengaja, meskipun anak tersebut meninggalkan tempat kejadian dan tampaknya terluka oleh serangan tersebut.
Saksi mata mengatakan anak itu memiliki memar di wajahnya dan sempat pingsan sebentar. Mereka menambahkan bahwa orang yang lewat memberi air kepada anak tersebut dan dia menangis sebelum ia meninggalkan tempat itu dengan temannya.
Kepala polisi izmir memerintahkan petugas keamanan untuk menahan tersangka. Sementara itu, Gubernur Toprak memposting pesan di akun Twitter-nya, mengatakan tindakan kekerasan tersangka adalah tindakan yang “tidak dapat diterima.â€
(middleeastupdate)
