Gorontalo, Hargo.co.id – Warga Desa Bube Baru, Kecmaatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) dibuat gempar dengan kebakaran hebat yang melanda rumah milik keluarga Jagira Komendangi, Senin (29/1) sekira pukul 02.30 wita. Kebakaran dini hari itu juga membuat sebuah toko bangunan milik Rahim Komendangi, yang berdempetan dengan rumah Jagira, juga ludes dilumat api.
Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, api diduga bersumber dari toko bangunan. Saat itu sejumlah warga yang sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian, melihat asap menggumpal keluar dari dalam bangunan toko.
Tak menunggu lama, api mulai menjalar. Seketika para warga berusaha melakukan penyelamatan. Mereka membangunkan penghuni rumah yang saat itu sedang terlelap. Dengan pontang-panting pemilik terbangun dan langsung melakukan penyelamatan diri.
Warga setempat juga berupaya membantu memadamkan api dengan ember berisi air ke toko yang sedang dilalap api. Teriakan histeris dari sebagian warga yang menyaksikan kebakaran terus menyelimuti dini hari itu.
Diduga karena isi toko berisi bahan bangunan yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat merambat hingga ke rumah milik Jagira.
Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.00 wita setelah dua unit pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkot Gorontalo tiba di lokasi kebakaran sekira pukul 03.30 wita.
Warga setempat sempat dibuat kesal karena pemadam kebakaran milik Pemda Bone Bolango ternyata tidak berada di kantor Damkar.
“Hampir dua jam kami tunggu pemadam Bone Bolango punya, tapi tidak datang-datang. Setelah dicek di kantor Damkar, mobil pemadam tidak ada di tempat,”kesal warga yang meminta namanya tidak dikorankan itu.
Salah seorang warga yang mengaku pihak keluarga dan sebagai korban kebakaran melaui akun facebook bernama Taupik Komendangi turut meluapkan kekesalnya pada mobil Damkar Bonbol yang tidak siap itu.
Dalam postinganya pada grup Portal Gorontalo, Taupik Komendangi mengatakan, ia sempat mengkonfirmasi ke petugas Damkar tentang keberadaan mobil Damkar Bonbol.
“Bahwa mobil damkar dipakai oleh seorag alek bone bolango sehingga tidak bisa membantu pemadaman kebakaran,”tulis Taupik. Hanya saja ia tidak membeber nama Aleg dimaksud, serta tujuan peminjaman mobil Damkar.
Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bonebol Sugondo Makmur membantah jika mobil Damkar itu dipinjam Aleg Bonebol. Menurutnya, malam sebelum kejadian, atau sekira pukul 20.00 wita, petugas melakukan pengisian tanki air Damkar di sungai.
Setelah terisi penuh, ternyata mobil tidak bisa bergerak karena terperosok di bibir sungai. Petugas kata Sugondo terus melakuklan evakuasi, tapi tetap tidak berhasil. Sehingga saat kebakaran terjadi, mobil Damkar memang masih berada di pinggir sungai bone. “Nanti jam 07.00 pagi tadi (kemarin,red) baru mobil itu bisa dievakuasi,”katanya. (tr-54/hg)
