Siswa MAN IC Gorontalo, Ciptakan Senter Yang Tak Perlu Pakai Batterai

×

Siswa MAN IC Gorontalo, Ciptakan Senter Yang Tak Perlu Pakai Batterai

Share this article
Ahmad Fathoni memperagakan temuanya berupa senter tanpa baterai pada pameran revolutionary and amazing science project of Insan Cendekia di Mall Gorontalo, baru-baru ini. (foto : jitro paputungan / gorontalo post)

 

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Gorontalo (MANICG) bukan sekolah kejuruan. Tapi bicara teknologi, siswa di sekolah ini tak ketinggalan. Justru, hasil karya mereka bikin kita bangga.

Jitro Paputungan, Gorontalo

Hargo.co.id GORONTALO – Head Powered Flashlight begitu nama projec teknologi tepat guna yang dibuat dua siswa MAN ICG, masing-masing Ahmad Fathoni dan Alfian Idris.

Peralatannya cukup sederhana, namun fungsinya luar biasa. Motivasi keduanya membuat Head Powered Flashlight alias senter tanpa battery ini karena kondisi daerah yang kerap mati lampu saat malam hari.

Padahal aktivitas mereka di asrama sekolah, sedang belajar. Jelas mengganggu. Senter adalah alat yang paling pertama dicari ketika mati lampu.

Namun alat ini juga tergantung baterai sebagai sumber energi. Keduanya lantas berfikir untuk membuat senter tanpa baterai.

Dengan pengetahuan yang cukup soal energi dan electrik, keduanya lantas tertarik membuat alat penerang itu dengan memanfaatkan tubuh sebagai sumber energi.

Pemikiranya sangat sederhana, tubuh menghasilkan panas dan mengandung energi. Dari hasil rumusan yang mereka kembangkan, suhu tubuh pada siang hari mencapai 37 derajat celcius.

Jika suhu ruangan/lingkungan pada siang hari sekitar 30 derajat celcius, maka mengasilkan detla T 7 atau panas tubuh dikurangi suhu lingkungan.

Delta T 7 akan menghasilkan sumber arus 0,17 atau setara dengan 0,31 volt. Untuk menambah jumlah Delta T meningkat, maka pada alat ditambahkan sirip pendingin Delta T yang dihasilkan bisa mencapai 12, atau menghasilkan listrik 0,72 volt.

Temuan ini membutuhkan peralatan yang tidak mahal dan cukup sederhana. Dengan sistem efek seebeck yang merupakan fenomena yang mengubah perbedaan temperature menjadi energi listrik.

Fathoni dan Alfian memanfaatkan terno electrik yang ada di dispenser bekas. Terno electrik memiliki fungsi dalam sistem efek seebek.

Terno electrik kemudian dikait dengan resistor 1000 Ohm dan transistor. Setelah rampung, maka senter cukup digenggam. “Waktu (menyala) tidak terlalu lama 3-5 menit.

Tapi itu di tangan pertama. Kalau sudah mulai redup bisa dipindah ke tangan yang satu. Dan begitu seterusnya,”terang Ahmad Fathoni.

Ia sengaja mengembangkan senter tanpa baterai ini agar bisa membantu masyarakat. Minimal, tak perlu lagi beli baterai.

Head Powered Flashlight temuan Fathoni dan Alfian ini dipamerkan pada revolutionary and amazing science project of Insan Cendekia yang berlangsung di atrium Mall Gorontalo, Minggu (28/6). (***)