Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Siswa SMP Alami Pelecehan, Begini Kondisinya

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 29 Juni 2018 | 11:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Trauma yang dialami ST (15) belum hilang setelah hampir tiga tahun lamanya menjadi korban pelecehan seksual diduga oleh pamannya sendiri berinisial UDA alias Buyung. Yang lebih membuat mereka gundah, sang paman belum juga ditahan oleh kepolisian meski sudah dilaporkan sejak tiga pekan lalu.

Kemarin, Kamis, (28/6), ST yang didampingi orang tuanya dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial RI kembali mendatangi Polres Gorontalo Kota untuk memberikan keterangan lanjutan terkait dugaan kekerasan seksual yang dialami ABG yang baru saja lulus dari bangku SMP ini.

Pengakuan ABG berhijab ini, bahwa perbuatan pamannya itu sudah berlangsung lama sejak dirinya tinggal di rumah pamannya sekitar tiga tahun yang lalu di jalan Agusalim, Kelurahan Dulalowo, Kecamtan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Sejak saat itu, aku ST, sang paman diduga kerap melakukan perbuatan tak senonoh. Misalnya (maaf) meremas payudara ST setiap kali tidak ada orang di rumah. Menurut ST, dirinya diiming-imingi dengan uang Rp 50 Ribu hingga Rp 100 Ribu. ST juga sering diancam agar tidak memberitahukan kepada orang lain, terlebih kepada orang tuanya sendiri.

Sementara itu, SH yang merupakan ayah korban mengaku baru mengetahui perbuatan iparnya itu dari anaknya sendiri pada bulan Ramadan barusan. “Pas abis salat tarawih anak saya cerita. Saat itu juga kami langsung datang ke Polres Gorontalo Kota untuk melaporkannya (UDA alias Buyung,red),” katanya.

SH juga menuding jika bukan hanya anaknya saja yang menjadi korban. “Ada juga korban yang lain juga sudah memberikan kesaksian dan membenarkan perbuatannya,” ujar SH. Dia berharap, pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporannya itu dan melakukan penahanan.

“Kita sudah lapor tiga minggu lalu tapi belum ditahan. Orangnya (Buyung,red) masih duduk manis di rumah,” katanya.

Terpisah, perwakilan Sakti Peksos, Kementerian Sosial RI, Iin Wahyuni Latif, menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban yang masih tergolong di bawah umur ini. Tujuannya juga untuk mengurangi trauma psikis kepada korban. Bahkan, pihaknya juga akan melakukan pendampingan hukum.

“Sebab anak ini kan masih di bawah umur, jadi sudah menjadi tanggung jawab kita untuk melakukan pendampingan baik untuk menjaga kestabilan psikologi anak maupun melakukan pendampingan hukum terhadap mereka,” kata Iin.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho menyampaikan bahwa kasus tersebut statusnya masih dalam pengembangan.

“Kasus ini masih lidik, kita masih full data dan sudah ada beberapa saksi yang kita periksa. Tentunya pasti akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.(tr60/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar