Selasa, 25 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Dasawisma, Kaban BKAD Boalemo Bertandang ke BPKP

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Kamis, 16 Desember 2021 | 15:05 PM Tag: , ,
  Kaban BKAD Boalemo, Taufiq Kumali. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kepala Badan (Kaban) Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Boalemo, Taufiq Kumali, mengatakan, hari ini, Kamis, (16/12/2021), ia bertandang ke BPKP melakukan koordinasi.

Salah satu yang akan dikoordinasikan kata Taufik Kumali, yaitu terkait Insentif Dasawisma oleh seluruh Desa di Boalemo, yang saat ini sudah tak ada anggarannya untuk dua Bulan, November-Desember.

“Terkait dengan insentif Dasawisma, ini saya Insyaallah akan berkoordinasi dengan BPKP lagi, kalau ada jalan keluar atau bagaimana, hari ini saya ada di Kota Gorontalo mau ke Kantor BPKP,” kata Taufiq Kumali, melalui sambungan telpon.

Mantan Kadis Perkim Boalemo itu berkata, Dana Alokasi Umum (DAU) Boalemo APBD 2021, sebesar Rp 435 Miliar. Tiba-tiba refocusing, menjadi Rp 421 Miliar. Sehingga semua kegiatan-kegiatan, harus disesuikan.

“Semua kegiatan harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Kalau Dasawisma kan di ADD. Disitu ada gaji Kepala Desa, ada biaya ATM/ATK, termasuk untuk anggaran Dasawisma kan disitu,”katanya, menerangkan.

Menurutnya, dari awal terjadinya refocusing tersebut, seharusnya seluruh desa melakukan penyesuaian. Sama seperti yang terjadi di lingkungan Pemda Boalemo. Di mana, masing-masing OPD juga harus melakukan penyesuaian anggaran.

“DAU kan berkurang, kalau DAU berkurang, berarti semua sektor itu berkurang. ADD itu 10% dari DAU. Seharusnya Desa pada saat ada refocusing itu, melakukan penyesuaikan,” imbuhnya.

“Tak ada anggaran, dari ADD itu kan terbagi habis. Kita pun di Pemda melakukan penyesuaikan. Contoh, 10 kali perjalanan Dinas, itu tinggal 5 kali, begitu pun dengan kegiatan yang lain. Kalau desa melakukan penyesuaian seperti itu, maka tidak akan terjadi seperti ini,” jelasnya.

Di situasi sekarang lanjutnya, memang hanya sedikit insentif Dasawisma apabila hanya dihitung per orang atau per desa. Tapi kalau diakumulasi semua desa se-Boalemo, saat ini rinciannya sebesar Rp 1,3 Miliar.

“Gaji Dasawisma itu ada, dan memang dari dulu kan ada. Hanya di situasi sekarang menjadi berkurang. Mengapa berkurang, karena kita mendapat refocusing anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Dan semua Daerah mengalami dampak yang sama,” kuncinya.

Sebelumnya, pada Selasa, (15/12/2021) kemarin, Gedung DPRD Boalemo didatangi para Dasawisma bersama para Kepala-kepala Desa. Mereka mempertanyakan insentif Dasawisma selama dua bulan. Emak-emak itu bertanya dan berharap melalui DPRD, agar nasib mereka mendapat perhatian dari Pemda Boalemo. (*)

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 242 times, 1 visits today)

Komentar