Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Soal Insiden pada Debat Pilwako, Ini Kata Adhan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Tuesday, 19 June 2018 | 23:48 PM Tags: , ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Terkait insiden pada debat calon walikota dan calon wakil walikota Gorontalo yang dilaksanakan di gedung Sumber Ria pada Senin (18/6), Calon Walikota Adhan Dambea dan Calon Wakil Walikota, Hardi Hemeto menggelar jumpa pers di Kantor DPD Hanura Gorontalo.

Pada kesempatan itu, Adhan Dambea mengaku jika dirinya sama sekali tidak bermaksud untuk menyerang pribadi seseorang pada saat pelaksanaan debat pasangan calon. Pertanyaan yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut dua tersebut berkaitan dengan jabatan Marten Taha yang saat ini hanya cuti sebagai Walikota Gorontalo. Berbeda dengan pertanyaan untuk pasangan calon nomor urut tiga, karena sama sekali tidak menjabat sebagai walikota.

“Kami sama sekali tidak bermaksud menyerang personal. Pertanyaan saya itu berkaitan dengan jabatan pak Marten Taha sebagai walikota yang masih menjabat,” ungkapnya.

Meski demikian, politisi senior di Gorontalo ini pula mengaku, apabila ada masyarakat yang berfikir bahwa itu adalah serangan, maka pihaknya memohonkan maaf sebesar-besarnya atas hal tersebut, karena tak sedikitpun dirinya berfikir untuk menyerang personal seseorang.

“Apabila menurut masyarakat saya salah, saya minta maaf. Tak pernah terfikirkan oleh saya untuk menyerang seseorang. Yang saya sampaikan tentunya sudah sesuai dan saya yakini kebenarannya,” ujarnya.

Apalagi kata Adhan Dambea, dirinya hanya mempertanyakan soal pemanggilan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo dan hal tersebut sudah beredar di media dan telah diketahui oleh banyak orang. Oleh karena itu, moment debat tersebut pihaknya hendak meminta klarifikasi dan penjelasan dari Marten Taha.

Bahkan kata Adhan Dambea, dirinya pun sempat diserang terkait dengan beberapa pejabat yang berada di hotel pordeo (Penjara) lantaran sejumlah kasus. Padahal kata Adhan Dambea, dirinya sama sekali tidak terlibat persoalan hukum, apalagi soal kasus korupsi.

“Kalau saya terlibat, minimal saya dipanggil sebagai saksi, baik itu karena saya mengetahui, mendengarkan atau bahkan ikut terlibat. Namun hingga saat ini saya tidak pernah dipanggil sebagai saksi dan itu membuktikan bahwa diri saya bersih dari persoalan hukum,” terangnya.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Pages: 1 2


Komentar