Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Strategy Top Ten Indonesia Asian Games 2018

Oleh Admin Hargo , dalam Persepsi , pada Selasa, 19 Juni 2018 | 13:37 Tag: , ,
  

SEJUMLAH persiapan yang berkaitan dengan perhelatan   Asian Games 2018 telah berjalan sesuai target pemerintah. Mulai dari tempat penyelenggaraan, sarana dan prasarana, hingga kesiapan para atlet.

“Semua hal yang harus dilakukan berkaitan dengan sukses prestasi, sukses penyelenggara, dan sukses sarana-prasarana berkaitan Asian Games 2018 Insya Allah sudah on the track”.

Yang tak kalah penting adalah persiapan para atlet untuk menghadapi pertandingan dalam Asian Games. Apalagi pemerintah telah menetapkan target 10 besar dalam perolehan medali.

“Insya Allah targetnya 10 besar dengan perolehan medali lebih baik dari pada Asian Games Incheon pada waktu lalu”.

Guna mewujudkan target tersebut, pemerintah melakukan uji coba kepada para atlet yang berpotensi meraih medali emas pada Asian Games 2018 mendatang.

“Memang kita memerlukan high performance training. Try out di luar negeri, tidak hanya di Indonesia sehingga bias berkompetisi melawan atlet lain dari 45 negara”. Ada 16 cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali emas di Asian Games 2018.

Asian Games 2018 akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 mendatang. Ini merupakan kali kedua Indonesia  menjadi tuan rumah sejak tahun 1962. Mumpung menjadi tuan rumah, Indonesia diharapkan bias memperbaiki peringkatnya di level Asia. Target masuk 10 besar Asia pun dipatok pemerintah untuk atlet-atlet Indonesia, meski sebenarnya terlihat muluk.

Pasalnya, hasil di SEA Games 2017 Kuala Lumpur lalu saja Indonesia tak mampu perbaiki peringkat. Bahkan dari jumlah perolehan medali emas, perolehan cenderung menurun dari sebelumnya 47 emas menjadi 38 medali emas untuk tahun ini.

Bahkan jika bicara sejarah keikutsertaan di Asian Games, kontingen Merah Putih belum pernah mendapat prestasi mencapai 20 emas. Raihan tertinggi Indonesia adalah 11 emas saat pertama kali jadi tuan rumah di 1962.

Bulutangkis menjadi cabang yang paling konsisten dan banyak menyumbang medali emas, dengan total 26 medali emas sejauh ini. Tenis menjadi cabor dengan emas terbanyak berikutnya (16) disusul Atletik (4), Tinju (3), Perahu Naga (3), dan Sepeda (3).

Namun data itu tak menyurutkan ambisi 10 besar Asia. Prediksi ada 16 cabang yang kemungkinan berpotensi meraih medali emas. Cabang-cabang itu adalah panahan (1 emas), bulutangkis (2), atletik (1), boling (1), bridge (2), kano/rowing (1), sepeda (2), jetski (2), karate (1), soft tennis (1), pencaksilat (2), sport climbing (1), taekwondo (1), angkatbesi (1), speak takraw (1) dan wushu (1).

“Sementara (target) 20 medali emas tapi itu masih dinamis. Begitu juga untuk cabang olahraganya masih bias berubah-ubah”.

Saat ini atlet Indonesia sudah berada pada tahap kompetisi atau pertandingan, adapun beberapa aspek yang harus diperhatikan adalah program latihan yang menyangkut aspek fisik, teknik, taktik dan mental. Salah satu tujuan pada tahap kompetisi adalah penyempurnaan semua aspek latihan, terutama aspek fisik, teknik, dan mental, untuk memperoleh prestasi puncak pada pertandingan utama.

Teknik dasar yang sudah terbentuk harus sudah mendekati sempurna. Jika pada tahap ini atlet belum menguasai keterampilan teknik dengan baik, maka dapat diperkirakan pelatih membuang waktu dengan percuma sekitar 4 bulan lamanya.

Tahap Pertandingan dibagi menjadi 2 (dua), yaitu : Tahap Pra Pertandingan (TPP) atau Pre Competition Phase. Tahap Pertandingan Utama (TPU) atau Main Competition Phase.

Yang menjadi tujuan umum pada tahap pertandingan adalah : Semakin mengembangkan kemampuan bio motor dan cirri psikologis sesuai dengan kekhasan cabang olahraga yang bersangkutan. Tetap melakukan latihan-latihan untuk penyempurnaan fisik. Menyempurnakan dan memantapkan teknik. Menyempurnakan taktik. Mencari pengalaman bertanding (banyak bertanding, namun jangan terlalu banyak).

Memperbaiki tingkat pengetahuan teoritis mengenai cabang olahraga, termasuk pertauran serta strategi pertandingan. Waktu yang dibutuhkan pada tahap pertandingan adalah sekitar 5 – 6 bulan, tergantung pada cabang olahraganya dan jenis rencana tahunannya. Pada tahap pertandingan, kondisifisik yang telah dimiliki pada Tahap atau fase Persiapan khusus harus tetap dipertahankan, agar kondisi fisik tersebut dapat mendukung kepada aspek lainnya yaitu aspek teknik, taktik, dan mental, serta penampilan dan prestasi atlet.

Selain itu juga pada tahap ini penekanan latihan adalah pada bentuk-bentuk latihan dan keterampilan yang khas dari cabang olahraga yang dilakukan. Pada tahap ini juga harus banyak dilakukan tes uji coba dan pertandingan, agar atlet terlatih dalam suasana stresfisik dan mental.

Pemberian stress ini diharapkan dapat menumbuhkan kedewasaan serta sikap kematangan juara, yaitu : Semangat bertanding serta disiplin yang tinggi, karena tanpa disiplin tak mungkin bias jadi juara, Pantang menyerah, Emosi yang seimbang meskipun berada dalam situasi stres, Percaya diri, Kemampuan untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam situasi stres, dan Sportivitas.

Disamping aspek fisik, aspek mental juga sangat dibutuhkan dalam periodesasi Pra Kompetisi. Mental menjadi penentu hasil pertandingan. Selain teknik, kecepatan, dan endurance aspek mental menjadi faktor krusial yang harus dikuasai oleh atlet.

Sehingga atlet membutuhkan program mengenai pelatihan terkait  mental disamping melatih fisiknya.Mental Training dilakukan mengikuti periodisasi latihan. Pembagian periodesasi Latihan yaitu: Tahap Persiapan, Tahap persiapan umum, Tahap persiapan khusus, Tahap Kompetisi.

Pada tahap Kompetisiini atlet diberikan bekal mengenai bagaimana Mengendalikan Kecemasan / Managing Anxiety. Managing Anxiety dapat dilakukan salah satunya dengan latihan Mindfullness Meditation.

Model latihan Mindfullness Meditation juga digunakan untuk menenangkan pikiran dari berbagai permasalahan hidup yang dihadapi individu. Karena manfaat yang dimiliki mindfulness meditation terhadap kondisi mental, yakni berupa ketenangan jiwa sekaligus relaksasi dan mengubah emosi negatif menjadi emosi positif.

Dalam mindfulness meditation, atlet akan dilatih untuk memfokuskan perhatian, pikiran, dan kesadaran (awareness) pada pengalaman yang sedang dialami sekarang tanpa diiringi oleh pemberian kritik terkait pengalaman tersebut.

Langkah – Langkah Mindfullness Meditation : Ambil posisi yang dianggap paling nyaman dan membuat tubuh merasa rileks. Contohnya, bersila, berbaring, atau duduk bersandar. Arahkan pandangan pada satu titik selagi memberikan instruksi pada diri sendiri untuk rileks.

Tutup mata agar lebih mudah untuk merasa semakin rileks dan memfokuskan pikiran. Tarik napas dan hembuskan perlahan. Seiring semakin tubuh terasa rileks, fokuskan pikiran pada kondisi dan situasi kompetisi atau pertandingan.

Rasakan suasana tempat kompetisi yang ramai akan penonton. Rasakan bahwa kondisi tubuh semakin rileks. Pikirkan kondisi yang paling terasa nyaman ketika kompetisi sedang berlangsung. Pikirkan gerakan-gerakan olahraga yang dilakukan dalam kompetisi tersebut.Rasakan dan pikirkan setahap demi setahap gerakan tersebut; bagaimana kaki bergerak, tangan bergerak, dan tubuh bergerak. Setiap gerakan yang dipikirkan membuat tubuh semakin rileks dan nyaman.

Buka mata. Tapi sebelum membuka mata, visualisasikan setiap gerakan dalam situasi kompetisi dengan perasaan nyaman, rileks, dan tenang, hingga berakhirnya pertandingan. Baru setelah itu buka mata secara perlahan. (***)

Oleh: Ucok Hasian Refiater

Penulis adalah Dosen di Universitas Negeri Gorontalo

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar