Te Akuloh menuntut uang minimal Rp80 ribu kepada Mawar dengan alasan yang sering tidak masuk akal. Padahal, Mawar harus memenuhi kebutuhan dua anak mereka yang masih sekolah dasar (SD).
’’Kondisi ini betul-betul membuat drop. Saya muak dengan ini. Pengin saya bunuh diri kalau nggak lihat anak-anak masih kecil,” cerita Mawar.
“Nggak pernah dia kasih uang rumah tangga rutin. Sekalinya ngasih cuma Rp20 ribu. Itu pun jarang,â€Â sambungnya.
Dengan segudang beban yang ditanggung, Mawar sudah menceritakan hancurnya rumah tangga kepada orang tuanya.
Namun, Mawar tidak membicarakan perihal sikap sang suami yang menjual dirinya lantaran takut membuat orang tua sangat terpukul.
’’Saya sudah sempat cerita dengan bapak. Tapi nggak saya bahas sampai detail karena jujur saya takut membuat mereka syok dan merasa salah memilihkan pasangan untuk saya,†imbuhnya. (nan/c1/dna/hargo)
