Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Suamiku, Mucikariku…

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 7 Februari 2016 | 23:43 PM Tag: , , ,
  

MIMPI Mawar (nama samaran) untuk membangun rumah tangga bersama laki-laki yang telah dipacari sebut saja Ka Sau (22) selama lima tahun pupus.

Apa daya, orang tua Mawar menjodohkan Mawar dengan lelaki lain dengan alasan balas budi.

Sebagai anak yang ingin berbakti, Mawar pun menurut.

Namun, bayangan indah Mawar dalam pernikahan hanya menjadi mimpi bagi warga Garuntang, Bandarlampung ini.

Dengan tega, sang suami, sebut saja Te Akuloh, malah menjual tubuh Mawar kepada orang lain.

Te Akuloh yang hanya bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) jurusan Panjang ini memberikan kemolekan tubuh Mawar kepada teman-teman sepangkalannya.

Tak sampai disitu, Te Akuloh bahkan menyuruh Mawar untuk bekerja melayani pria hidung belang di salon berlebel pijat plus-plus.

Hampir setiap hari, teman-teman lelaki sang suami berdatangan ke rumah.

Dengan seenaknya Te Akuloh diminta Mawar untuk memenuhi nafsu mereka di kamarnya sendiri. Setelah puas, para lelaki tersebut memberikan uang yang berkisar Rp200 ribu-Rp500 ribu kepada te Akuloh sebagai imbalan dari pelayanan Mawar.

Setahun belakangan, Mawar sudah melayani nafsu pria bejat lebih dari 27 kali.

’’Suami macam apa yang memaksa istrinya untuk berhubungan badan? Uang dari mereka juga dia yang makan,” kata Mawar.

“Beberapa hari ini dia belum pulang, entah di mana, belum ada kabar,” lanjut Mawar dengan nada sedih, Kamis (4/2).

Te Akuloh memang berperan sebagai mucikari dari istrinya sendiri. Semua uang dari pekerjaan haram itu masuk ke kantong Te Akuloh. Nyaris setiap hari Te Akuloh memalaki Mawar untuk keperluan angkotnya.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar