Insiden pembunuhan itu terjadi  Rabu (29/3) sekitar pukul 22.00 Wita itu bermula ketika Bada usai menonton pertandingan sepak bola mini di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto.
Bada melihat Ryan pacar dari anaknnya itu sedang berboncengan mesra dengan perempuan lain warga Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto yang diketahui berinisial AO (24).
Padahal, baru sekitar 10 hari sebelumnya, Rian telah berjanji kepada Bada, akan menikahi Jelita yang kini telah mengandung janin hasil bua cintanya dengan Jelita.
Bada tidak terima, Ryan yang telah menghamili anaknya itu berhianat. Ia emosi melihat mesranya Ryan dan AO, Bada kemudian terus membuntuti Ryan. Bada menduga perempuan yang bersama Rian adalah selingkuhanya.

Tepat di depan SDN 08 Limboto, Bada langsung memberhentikan Rian dengan cara menyalip sepeda motor yang ditunggangi Rian. Bada lalu memanggil Rian dengan maksud untuk membicarakan sesuatu.
AO yang khawatir jangan sampai terjadi sesuatu dengan Rian itu meminta Bada untuk langsung menceritakan maksud dan tujuannya di hadapannya. “Kalau ada yang mau disampaikan, langsung dihadapan saya saja supaya terbuka biar saya tahu masalah apa yang terjadi,”ujar AO saat itu.
Mendengar perkataan AO, Bada pun langsung menanyakan kepastian tentang pertanggungjawaban Rian terhadap Jelita yang sudah dihamilinnya.
Rian diduga malah mengelak, ia membantah jika dirinya yang telah menghamili Jelita. Terjadilah percekcokan antar keduanya di tempat yang sepi itu. Seketika Bada langsung mengeluarkan sebilah pisau badik yang terselip di pinggangnya.
Dengan emosi yang membara, Bada tanpa basa basi menyerang Rian secara membabi buta dengan pisaunya yang sangat tajam. Dengan enam tusukan yang bersarang di tubuh Rian, pemuda ini pun tewas seketika.
Enam tikaman yakni di bagian perut (dua tusukan), dada kanan, bawah ketiak sebelah kiri, lengan kiri luar, hingga pergelangan tangan kanan. Darah segar mengucur deras dari sejumlah titik luka tikaman pada anggota tubuh Ryan. Akibat kehabisan darah, Ryan seketika itu juga langsung roboh. AO yang merasa ketakutan hanya bisa berteriak minta tolong kepada warga setempat.
Sementara Bada yang tak ingin menjadi korban amuk massa langsung melarikan diri dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian Polres Gorontalo sekitar pukul 23.00 wita.
Mendengar suara teriakan AO, warga setempat langsung berkumpul di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itu juga warga segera melarikan Rian yang sudah dalam kondisi bersimbah darah di sekujur tubuhnya ke Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Setibannya di rumah sakit, ternyata Rian saat diperika tim medis sudah tak bernyawa lagi.
Sementara AO saat diinterogasi polisi mengaku sebagai pacarnya Rian. “Saat itu kami sedang jalan-jalan, tiba-tiba om itu (Bada,red) datang dan langsung kase berenti pa torang punya motor, tidak lama bacirita langsung kase kaluar piso dan batikam pa Rian,” kata AO dengan bibir gemetar menceritakan kejadian yang dilihatnya.
