Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tak Ada Sanksi Khusus Bagi Aparatur yang Melanggar Perda KTR

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 6 Agustus 2016 | 12:43 Tag: , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Pemerintah mulai menerapkan sanksi dalam Perda nomor 10 tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok (KTR).

Salah satunya dengan melakukan razia bagi para perkok yang melanggar. Tempat-tempat yang dilarang dalam Perda KTR, seperti rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, dan perkantoran.

Hanya saja, Perda hasil produk Pemprov Gorontalo ini masih kurang greget. Dalam Perda tidak diatur sanksi khusus bagi aparatur yang melanggar.

Misalnya, aparat medis yang merokok di kawasan rumah sakit. Sanksinya sama saja dengan warga biasa. Itu pun jika kedapatan petugas.

Tak ada pula aturan yang memberi reward bagi warga yang melaporkan adanya aparatur yang melanggar. Begitu pun dengan guru yang merokok di kawasan sekolah.

Tak ada sanksi khusus bagi mereka. “Dalam Perda semua sama. Petugas medis dan masyarakat. Itu sudah diatur Perda,”kata Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo dr.Triyanto Bialangi. Yang ada, lanjut dr.Triyanto adalah himbauan, dimana sebagai apartur, tentunya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

“Kawasan fasilitas kesehatan jelas masuk KTR. Yang namanya petugas medis, karyawan rumah sakit, janganlah merokok di kawasan itu. Kalau ditangkap sanksinya sudah jelas di Perda,”terangnya.

Sama halnya dengan guru atau pegawai sekolah. Tak ada sanksi khusus yang mengatur jika mereka kedapatan merokok di area sekolah. Kepala dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Weni Liputo menyebut, pihaknya masih akan melakukan rapat untuk pemberian sanksi.

“Untuk sanksi sendiri kami masih akan melakukan rapat bersama pihak kepala dinas pendidikan kabupaten/kota serta kepala sekolah. Sejauh ini yang kami lakukan terus adalah sosialisasi ke pihak sekolah,” ujar Weni semalam.

Mantan penjabat Walikota itu menekankan bahwa untuk sekolah tidak ruangan khusus untuk merekok. Artinya baik kepala sekolah, guru, tamu bahkan pejabat yang berkunjung ke sekolah tersebut tidak diperbolehkan untuk merokok.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar