Komisi DPRD l saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi galian C, di Kecamatan Pulubala. (Foto: Deice/HARGO)

Tak Kantongi Izin, Komisi I DPRD Kabgor Tutup Galian C di Pulubala

Legislatif

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo mengambil langkah tegas terhadap galian C di Kecamatan Pulubala yang belum mengantongi izin. Langkah itu berupa penutupan usaha tersebut.

Ketua komisi l DPRD Kabgor, Syarifuddin Bano mengatakan, penutupan galian C yang tak memiliki izin merupakan upaya pihaknya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

banner 728x485

“Untuk saat ini yang belum memiliki izin dan bisa berdampak buruk pada lingkungan ditutup,” tegas Syarifudin ketika diwawancarai usai meninjau lokasi galian C yang tak memiliki izin di Kecamatan Pulubala, Selasa (17/1/2023).

Ia mengungkapkan, dari hasil peninjauan terdapat dua lokasi penambang masih dilakukan aktifitas galian C, sementara lokasi galian C tersebut belum memiliki izin.

Peninjauan dilakukan, kata Syarifuddin, dalam rangka tindak lanjut aspirasi masyarakat ke DPRD di akhir tahun 2022 kemarin, yang mengaspirasikan soal galian C yang semakin melebar dan berdampak pada beberapa rumah warga yang akan tergerus akibat aktifitas galian C tersebut.

“Makanya kita tindaklanjuti dengan turun langsung ke lokasi bersama dengan pihak kepolisian dan juga Balai sungai,” jelas Syarifudin.

Politisi Demokrat ini meminta kepada para penambang untuk mengurus izin terlebih dahulu, agar semuanya berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

“Kami juga paham mata pencaharian sebagian masyarakat tapi kami meminta agar ini pun harus sesuai aturan yang ada,” tegas Aleg tiga periode.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) operasional BWS ll Harus Djafar menjelaskan, bagi usaha yang ingin memiliki izin operasional harus mengantongi beberapa ketentuan. Misalnya, lanjut dia, ada bangunan dekat dengan jalan dan juga seperti sempadan sungai dan lainnya.

“Dari hasil kunjungan di lapangan bisa dilihat galian C yang dekat dengan jalan trans Sulawesi, yang bisa dilihat sendiri sudah ada beberapa yang tergerus dan jatuh yang bisa membahayakan, apalagi ini jalan trans satu-satunya,” jelas Haris.

Ditanyakan jika belum punya izin apakah bisa beroperasi ? Haris menjawab, jika belum keluar izin, belum boleh beroperasi.

“Tetapi, untuk izin dan rekomendasinya dibagian SDM bukan dibagian kami, tetapi alangkah baiknya keluar rekomendasi dulu baru itu bisa beroperasi,” tandasnya. (*)

Penulis: Deice Pomalingo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *