GORONTALO Hargo.co.id – Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha, menemui Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie, di kediaman pribadinya, Rabu (23/8) kemarin. Pertemuan itu, membahas terkait dinamika partai Golkar di Kota Gorontalo yang belakangan memanas karena isu musyawarah daerah luar biasa (Musdalub).
“Saya kurang tahu alasan pengajuan Musdalub apa, makanya saya tanyakan ke pak Gub (Gubernur Rusli Habibie,red),”ujar Marten Taha, kepada Gorontalo Post, (23/8) kemarin.
Walikota Gorontalo ini mengatakan, sebagai pimpinan DPD II Golkar, ia berkewajiban melaporkan dinamika yang terjadi ditubuh Golkar Kota Gorontalo belakangan ini.
Termasuk adanya dekasan Musdalub dan mosi tidak percaya yang disampaikan sejumlah pimpinan kecamatan (PK) dan pimpinan keluarahan (PL).
Hanya saja, Marten kepada Rusli Habibie mengaku tidak tahu persis alasan sebagian PL dan PK itu mengajukan pelaksanaan Musdalub.
“Pak Gub katakan, Musdalub itu tidak mudah. Harus dapat persetujuan DPP. Sehingga secara organisatoris, prosedural Gub akan laporkan ini ke DPP,”ujar Marten. Ia berharap agar laporan yang disampaikan Rusli Habibie ke DPP objektif dan berimbang, sebab ada juga PK dan PL yang tidak mempersoalkan kinerja DPD II apalagi mendesak adanya Musdalub. “Karena ini mengahadapi Pilkada, dan Pemilihan Legislatif.
Desakan mendasar (Musdalub) itu juga tidak jelas,”tandasnya. Menurut Marten, jika Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo itu telah menyampaikan jika ia tidak gegabah dalam pengambilan keputusan. Makanya saat ini dibentuk tim lima untuk membeverifikasi laporan sejumlah PK yang masuk.
“Saya katakan silahkan (tim lima), kami juga akan menunggu klarifikasi itu,”tandas Marten. Ia juga membantah, jika selama ini kurang memperhatikan kader Golkar di Kota Gorontalo dan lebih memprioritaskan kelompok Sahabat Marten Taha (SMT).
Menurutnya, itu bukan alasan untuk desakan Musdalub, sebab SMT justeru memperkaut peran Golkar dalam rangka kepentingan Pilkada mendatang. “Saya ini ngurus organisasi, bukan orang per orang, SMT itu mereke bekerja sendiri, sifatntya itu kelompok yang terorganisir, dan disitu juga ada orang golkar,”terang Marten Taha.
Saat ini kata Marten, dirinya yang telah mendaftar sebagai kandidat calon walikota pada Partai Golkar, telah diperintahkan DPP dan DPD I untuk melakukan sosialisai, pertemuan dan komunikasi politik dalam rangka meraup dukungan. “Justeru ini (SMT) yang mendukung itu,”teranganya.
Selain membahas Musdalub, Marten Taha juga mengatakan telah melaporkan hasil pertemuanya dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PBB) Yusril Ihza Mahendra, dimana PBB memberikan dukungan kepadanya untuk meraih kursi walikota periode mendatang. “Kami lakukan komunikasi politik, PPP dan PBB tinggal pemantapan.
Alhamdulillah PBB pak Yusril itu berikan dukungan. Karena PBB itu menganut prinsip bottum-up, dari bawa ke pusat. Istilahnya kata Pak Yusril ia tinggal gongnya saja,”terang Marten. Ia sendiri sangat optimis akan mendapatkan rekomendasi Golkar. “Jika sesuai Juklak yang ada, saya yakin akan bersama Golkar,”terangnya.
Sementara itu, Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo ini mengatakan, jika ia memberikan sepenuhnya kepada tim lima untuk menggodok dan verifikasi laporan yang masuk. “Saya beri waktu satu minggu, kita tunggu saja,”katanya. Rusli juga menambahkan, jika Marten Taha ikut melaporkan pertemuanya dengan ketua PBB Yusril Ihza Mahendra di Jakarta.
“Menurutnya PBB pada prinsipnya sudah oke untuk berkoalisi dengan Golkar tanpa syarat,”ujarnya. Jika koalisi ini terjadi, maka Marten memiliki enam kursi, sebab Golkar empat kursi dan PBB dua kursi. Jumlah itu, sudah cukup buat modal Marten Taha sebagai calon walikota. (tro/hg)
